Kalah Judi dan Ditantang Berkelahi, Motif Dani Gondrong Habisi Nyawa Jukir

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dani Gondrong (48), pelaku pembunuhan terhadap juru parkir (jukir) yakni Abdul Hafiz (34) menyerahkan diri ke anggota Unit Pidum dan Tim Tekab Satreskrim Polrestabes Palembang.

Dani dijemput oleh polisi saat berada di sebuah penginapan di kawasan Jalan Segaran, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Sabtu (29/1/2022) malam.

Ditemui di Polrestabes Palembang, Dani mengakui perbuatannya. Dia mengatakan, sebelum kejadian sempat bermain judi kartu dengan korban dan mengalami kekalahan sebanyak Rp500 ribu.

“Korban ingin berhenti. Jadi saya minta uang Rp20 ribu karena sudah kalah banyak. Tetapi, tidak diberinya. Malahan dia menantang saya agar mengambil pisau,” kata Dani saat diwawancarai awak media.

Dani menambahkan, setelah pulang ke rumah mengambil pisau, melihat Hafiz masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Lalu, dia menikam sebanyak tiga kali di bagian dada hingga korban tersungkur bersimbah darah.

“Dia (korban) sempat disuruh pergi oleh pacar saya, tetapi tidak mau pergi. Malahan masih menunggu disana. Makanya terjadi penusukam itu. Andai saja, dia mau pergi waktu itu. Tidak akan terjadi,” tambah Dani.

Setelah peristiwa itu, dia langsung pergi dan tidur di salah satu musholah yang ada di kawasan Musi VI. Kemudian, keesokan harinya melarikan diri ke Kota Tangerang. Namun, karena keluarga, dia pulang ke Palembang.

“Tetapi disana tidak tenang, karena kepikiran sama ibu kandung dan adik bungsu. Jadi, saya memilih pulang ke Palembang. Kasihan mereka tidak ada yang menjaga. Saya potong rambut biar segar saja,” tuturnya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail dan Kasubnit Opsnal Ranmor Iptu Jhony Palapa mengatakan tersangka dalam perkara Pasal 338 KUHP dan 351 KUHP Ayaat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sudah di amankan.

“Alhamdulillah setelah kita melakukan pengejaran, dibantu warga dan keluarganya, sebelum diamankan tersangka sempat melarikan diri ke kota Tanggerang, akhirnya berhasil kita amankan. Dan saat ini sedang kita dalami terkait aksinya, setelah didalami tersangka sendiri pernah terkait kasus yang sama di tahun 2011,” kata Kompol Tri Wahyudi saat pers rilis di aula Mapolrestabes Palembang, Senin (31/1/2022).

Untuk motif pembunuhan, lanjut Kompol Tri Wahyudi mengatakan bahwa tersangka sedang bermain judi kartu Remi dengan korban, lalu tersangka meminta uang kepada korban tetapi tidak di beri, lalu tersangka minta lagi sebanyak Rp 20 ribu, masih tidak diberi.

“Lalu terjadilah cek cok mulut dulu, dan juga karena di pengaruhi minuman keras akhirnya tersangka mengambil pisau lalu menusukkan ke bagian dada korban sebanyak 3 kali,” jelas Kompol Tri Wahyudi.

Masih katanya, benar saat dalam pelarian tersangka sempat mengubah penampilan nya dengan memotong rambutnya. “Dengan tujuan untuk mengelabui polisi, tersangka sempat memotong rambutnya dalam pelarian ke kota Tanggerang,” pungkasnya.(depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.