Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Kaget Disodori Biaya PCR Swab Rp 2 Juta, Dewan Pakar PKPI Ini Minta Jokowi Turunkan Sampai Rp 10 Ribu

JAKARTA, koranindonesia.id – Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi meminta Presiden RI Joko Widodo menurunkan biaya swab test menjadi Rp10.000.
Teddy mengatakan biaya swab test mahal. Hal itu dia rasakan setelah melakukan swab test bersama keluarganya.

“Beberapa hari lalu, saya sekeluarga swab test, alhamdulillah hasilnya negatif. Saya dan istri kebetulan sempat dekat dengan orang yang belakangan positif Covid-19. Mau tidak mau kami sekeluarga termasuk anak-anak harus swab, untuk memastikan kondisi kami jangan sampai merugikan orang lain,” kicau Teddy menggunakan akun Twitter @TeddyGusnaidi, Rabu (30/9/2020).

Setelah proses swab test selesai, Teddy Gusnaidi langsung disodorkan biayanya. Alahkah terkejutnya ketika mengetahui biayanya di luar dugaan.
“Apakah mesin PCRnya begitu mahal sehingga harga swab bisa Rp2 juta rupiah per orang? Seberapa mahalkah mesin itu sehingga harga swab test sulit dijangkau banyak orang?” kata dia.

Teddy menyarankan pemerintah membeli alat swab test banyak dan disebar diseluruh rumah sakit di daerah. Dia berasumsi kalau harga mesin PCR dari luar negeri Rp10 miliar maka pemerintah harus mengeluarkan Rp1 triliun untuk mendapat 10 mesin PCR.
“1 mesin perhari bisa dapatkan 10 ribuan hasil test, artinya 100 mesin, 1 juta hasil/hari. Saya baca di daerah Malang, harga mesin PCR yang mereka beli harganya cuma Rp2 miliar dan hasilnya hanya dalam hitungan jam,” ujarnya.
“Jika harganya Rp2 miliar, maka dana Rp1 triliun bisa mendapatkan 500 mesin PCR, artinya perhari bisa mendapatkan 5 juta hasil test swab,” sambungnya.Dengan asumsi itu, lanjutnya, harga swab test per orang bisa Rp10.000. Dengan demikian semua rakyat Indonesia bisa melakukan swab test dengan hasil yang cepat di setiap daerah.

“Sehingga bisa tahu harus bagaimana menyikapi hal ini. Tidak seperti sekarang, yang swab hanya orang-orang yang mampu saja,” katanya.
Teddy menilai untuk mengimplementasikan itu tidaklah sulit. Namun, yang sulit ialah kalau swab test dijadikan ladang bisnis segelintir orang.
“Misalnya saya, ternyata yang swab saya ke rumah, bukan perusahaan yang saya contact, tapi di sub ke perusahaan lain. Jadi ada ‘calo’ nya, sehingga dalam bisnis ini ada 2 pihak yang diuntungkan, pertama ‘calo’ nya, kedua yang melakukan swab. Tentu harganya melonjak. Padahal tanpa gunakan ‘calo’ harga swab test sudah mahal, apalagi ditambah ‘calo’, ya semakin mahal. Heran saya,” tuturnya.

Ia pun me-mention langsung Presiden Joko Widodo agar mendengar keluhan dan saran yang diberikan. “Pak @jokowi, mungkin melalui Menterinya bisa membuka kran ini sehingga setiap WNI bisa melakuan swab test dengan harga yang sangat murah. Tidak harus sampai jutaan rupiah, dengan Rp10.000,- per orang, itu sudah bisa membiayai secara layak tenaga medis yang menjalankan mesin PCR,” tuturnya.
“Swab test telah menjadi bisnis yang menggiurkan di tengah kondisi yang belum pasti ini. Padahal setiap daerah memiliki perangkat kesehatan yang memadai sehingga bisa menjalankan mesin PCR tanpa harus membebankan biaya yang sangat mahal ke rakyat.”.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.