Banner sumsel

Kafe di Taman Kota Baturaja Dirazia, Ini yang Ditemukan Petugas

BATURAJA, koranindonesia.id – Meski di bulan suci Ramadan, dan menjelang Idul Fitri, peredaran minuman keras (miras) masih saja terjadi. Adanya keluhan masyarakat yang resah dengan peredaran miras ini disikapi aparat Polres OKU dengan melakukan razia ke tempat atau pedagang yang diduga menjual miras dan kafe remang-remang.

Razia pada Minggu malam (26/5) melibatkan tim gabungan dari Polres OKU dipimpin Kasat Reskrim AKP Alex Andrian. Adanya penjualan miras yang meresahkan ini juga disebar masyarakat melalui media sosial. Dikonfirmasi soal razia miras yang dilakukan tersebut, Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari membenarkan. “Razia miras ini menyikapi adanya keluhan dan laporan masyarakat,” sebut Kapolres.

Warga merasa terganggu dengan adanya aktivitas yang dilakukan tersebut. Seperti dengan menghidupkan suara speaker yang besar dari tempat hiburan tersebut sehingga mengganggu warga. Anggota Polres OKU, sebutnya, diterjunkan dengan memeriksa lokasi seperti di seputaran kawasan Taman Kota, dan daerah Karang Sari, Desa Tanjung Baru.

Kasat Reskrim AKP Alex Andrian menambahkan, dari hasil razia yang dilakukan tim gabungan tersebut berhasil mengamankan sebanyak 50 botol minuman keras, dan 1 derijen minuman tuak. “Saat ini kita baru sebatas mengamankan barang bukti (BB) yang sudah disita oleh anggota saat turun ke lokasi,” kata Alex.

Sedangkan penjualnya, sebutnya sebatas diberikan teguran agar tidak melakukan kegiatan penjualan miras lagi.
(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.