Banner sumsel

Kabut Asap Pekat Kepung Palembang, Siswa Diliburkan

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Sumsel, hari ini Palembang diselimuti kabut asap pekat.

Dampak kabut asap tersebut membuat Dinas Pendidikan Kota Palembang kembali mengambil kebijakan meliburkan siswa mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan SMP, Senin (14/10).

Imbauan tersebut disampaikan melalui pesan berantai, sedangkan untuk siswa yang sudah berada di sekolah langsung dipulangkan. Sementara untuk kegiatan belajar mengajar selanjutkan masih menunggu petunjuk dari dinas terkait.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya mengatakan dipulangkannya siswa-siswi untuk belajar di rumah, karena kondisi kabut asap yang cukup tebal pagi ini, sehingga tidak baik untuk kesehatan siswa belajar.

Sementara itu, kabut asap sendiri sudah terasa sejak malam hari pada Minggu (13/10) dan terus menebal sampai pagi hari ini. Sedangkan bencana karhutla hingga kini terus bermunculan. Sampai Minggu (13/10) tercatat ada sebanyak 36 kebakaran lahan terjadi di wilayah Sumsel dalam sehari.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan, saat ini kebakaran lahan masih bermunculan di wilayahnya. Hal itu terungkap, kata dia, berdasarkan hasil patroli udara yang telah dilakukan.

“Dari patroli udara 13 Oktober menggunakan pesawat cessna grand caravan PK- SNN telah ditemukan 36 kebakaran lahan yang terjadi di Sumsel,” ujar Ansori.

Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan masih muncul di wilayah Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Muara Enim, Kabupaten PALI, dan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Upaya pemadaman karhutla juga terus dilakukan tim satgas karhutla Sumsel baik TNI, Polri, BPBD, serta Manggala Agni dibantu dengan Masyarakat Peduli Api,” tuturnya.

Sementara,sejumlah penerbangan dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB) juga mengalami penundaan terbang. Seperti penerbangan maskapai ekspress air tujuan Yogya yang di jadwal berangkat pukul 08.20 sampai pukul 09.15 belum juga berangkat.

“Saya mau ke Yogya, namun belum juga terbang sampai pukul 09.15 ini,”kata Rivai salah satu penumpang ekspress air.

 (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.