Kabar Gembira Bagi Petani, Harga Karet Alami Sedikit Kenaikan

BATURAJA, koranindonesia.id – Di bulan Ramadan jelang hari raya Idul Fitri tahun ini, petani Karet di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dapat tersenyum. Pasalnya, beberapa minggu terakhir harga getah karet mingguan mengalami kenaikan lebih kurang dari Rp6.000 per kilogram menjadi Rp 7.200 per kilogram.

Naiknya, harga getah karet ini, kata Yani (42) seorang petani di Baturaja, sangat membantu dalam meningkatkan penghasilan petani. Terlebih dalam momen melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan serta menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini, kebutuhan pastinya mengalami peningkatan

“Biasanya harga getah karet di sini bertahan di harga Rp6.000 sampai paling tinggi Rp6.300 per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp7.200 per kilogram. Ini untuk getah karet mingguan.  Kenaikan itu sudah terjadi beberapa minggu terakhir,” katanya, Minggu  (3/6/2018).

Ia berharap agar harga karet bisa bertahan seperti ini. Bahkan kalau bisa kata dia, lebih meningkat lagi. Sehingga kebutuhan petani di bulan puasa dan kebutuhan menyambut hari raya bisa terpenuhi.

“Paling tidak kalau harga karet seperti ini bertahan, bisa beli baju lebaran,” harapnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Upri petani karet di Kecamatan Lubuk Batang mengaku, harga karet di desa mereka bertahan diangka Rp7.200 ribu per kilogram. Tidak ada kenaikan ataupun penurunan.

“Normal seperti ini saja belum ada kenaikan atau penurunan. Harapan kami petani ini pastinya naik, jangan sampai turun,”ucapnya.

Untuk hasil getah karet sendiri katanya juga normal. Cuaca tahun ini sangat mendukung terhadap hasil panen karet. “Hasilnya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami,” katanya.

Ia mengaku menjual hasil kebun, getah karet itu yang usianya mingguan. Dimaksud mingguan, usia karet sudah 7 hari selesai disadap atau panen.

“Kami tidak jual karet bulanan. Jika jual karet bulanan kami rugi, karena banyak susutnya,” cerita dia. (tin)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.