BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Kabar Baik, Pemerintah Naikkan Anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Guna memancing minat siswa/siswi memilih perguruan tinggi yang tersebar di berbagai pelosok tanah air, pemerintah menaikkan anggaran pada skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka.

Beasiswa yang diberikan melalui KIP Kuliah bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat tidak mampu pada pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkualitas, sehingga visi Presiden Joko Widodo terkait SDM unggul Indonesia dapat segera terwujud.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Minggu (28/3), bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup tahun ini nilainya jauh lebih tinggi.
Kemendikbud sendiri telah menganggarkan di tahun ini KIP Kuliah sebesar Rp2,5 triliun atau naik hampir dua kali lipat dari anggaran tahun 2020 sebesar Rp1,3 triliun.

Perubahan ini menurut Nadiem, berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada tahun 2021.

Sejatinya, KIP Kuliah akan diberikan kepada 200 ribu mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah naungan Kemendikbud.
Adapun biaya pendidikan akan disesuaikan dengan prodi masing-masing. Untuk prodi berakreditasi A, mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka ini akan bisa mendapatkan maksimal Rp12 juta.

Kemudian, prodi berakreditasi B bisa mendapatkan maksimal Rp4 juta. Sementara itu, prodi berakreditasi C bisa mendapatkan maksimal Rp2,4 juta. Kemudian, biaya hidup bagi penerima KIP Kuliah Tahun 2021 disesuaikan dengan indeks harga daerah.
Besaran biaya hidup yang diterima mahasiswa pemegang KIP Kuliah Merdeka ini dibagi ke dalam lima klaster daerah.

Klaster pertama sebesar Rp800.000, klaster kedua sebesar Rp950.000, klaster ketiga sebesar Rp1,1 juta. Sedangkan untuk klaster keempat sebesar Rp1.250.000, dan klaster kelima sebesar Rp1,4 juta.

Dengan bantuan KIP Kuliah tersebut, Nadiem meyakini bahwa kualitas SDM Indonesia dapat terus meningkat dengan memastikan calon mahasiswa yang berpotensi, tetapi kurang mampu secara ekonomi, dapat tetap berkuliah di prodi-prodi unggulan di kampus terbaik di Indonesia.

“Mari kita wujudkan mimpi anak-anak Indonesia melalui KIP Kuliah Merdeka agar mereka dapat mewujudkan mimpinya melalui pendidikan tinggi berkualitas,” tegasnya.

Nadiem berharap siswa berprestasi yang mengalami kendala pembiayaan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi untuk memanfaatkan KIP Kuliah Merdeka yang disediakan pemerintah.

Adanya perubahan skema KIP Kuliah Merdeka ini juga agar orangtua lebih percaya diri untuk mendorong anaknya yang memiliki potensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami mendengarkan keluhan dan masukan dari berbagai pihak, khususnya penerima manfaat program ini. Maka kami melakukan perubahan yang semoga bisa menambah semangat, dan kepercayaan diri bagi adik-adik juga para orang tua,” jelas Nadiem.

Dengan bantuan KIP Kuliah tersebut, Mendikbud Nadiem meyakini bahwa kualitas SDM Indonesia dapat terus meningkat dengan memastikan calon mahasiswa yang berpotensi, tetapi kurang mampu secara ekonomi, dapat tetap berkuliah di prodi-prodi unggulan di kampus terbaik di Indonesia.

Ada beberapa kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai penerima KIP Kuliah Merdeka, jelas Nadiem.

Informasi Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka, di antaranya melalui jalur seleksi UTBK-SBMPTN.
Kemudian, bagi siswa kurang mampu yang tidak lolos SNMPTN dan SBMPTN masih bisa mendaftar KIP Kuliah melalui jalur seleksi mandiri PTN yaitu pada bulan Agustus-Oktober 2021,

“Tergantung jadwal seleksi mandiri di setiap PTN,” terangnya.

Pendaftaran bisa juga melalui seleksi masuk PTS, bagi siswa kurang mampu yang berminat masuk ke PTS.

“Anda dapat mendaftar KIP Kuliah kapan saja hingga masa pendaftaran PTS selesai,” katanya.

“Informasi dan pendaftaran KIP Kuliah bagi calon mahasiswa baru tahun 2021 dapat ditemukan pada kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” tandas Nadiem. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.