Banner sumsel

Jumlah Pegawai RSUD Lahat Diduga Keracunan Bertambah

LAHAT, koranindonesia.id – Pegawai RSUD Lahat yang menjadi korban dugaan keracunan setelah menkonsumsi makanan takjil saat berbuka puasa, Jumat (10/5) lalu, terus bertambah.

Tehitung sejak, pukul 15.00 WIB sebanyak 53 orang dari 113 petugas jaga hingga cleaning servis, bahkan 19 orang diantaranya harus menjalani perawatan intensif.

Direktur RSUD Lahat, dr Laela Cholik mengaku, melibatkan dua rekanan untuk menyediakan menu berbuka puasa selama ramadan itu. Namun, ini merupakan kejadian pertama yang dialami. “Sudah berlangsung bertahan-tahun (menyediakan menu buka puasa). Alhamdulillah selama ini tidak ada masalah,” katanya, via pesan whatsapp Minggu (12/5/2019).

Ditambahkan dia, pihaknya akan terus memantau keadaan korban. Meski jumlahnya terus bertambah menjadi 53 orang 15 orang diantaranya dirawat. Namun, Laela menyatakan, tidak melaporkan kejadian itu ke Polres Lahat. Meski jumlah korban terus bertambah.

“Meski SOP kami, tapi kami tetap berkoordinasi dengan Dinkes, untuk pemeriksaan sampel, dan sudah kita kirim ke laboratorium di Palembang. Kita menunggu hasilnya,” katanya.

Kepala Dinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri mengatakan, seluruh sampel yang dicurigai telah dibawa ke laboratorium Palembang, untuk diperiksa. Hanya saja, butuh waktu sekitar sepekan untuk memastikan hasil uji laboratorium itu. “Belum dapat (hasil laboratorium), karena bahan baru akan dikirim hari ini ke Palembang,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Lahat Cik Ujang saat membesuk pegawai dan petugas cleaning service RSUD Lahat berharap, kepada pihak RSUD untuk lebih berhati- hati dalam mengkomsumsi makanan. Diperiksa dahulu apakah ini layak atau tidak dimakan. “Saya berharap semoga cepat sembuh agar dapat beraktifitas kembali,” ujar Bupati.

Cik Ujang juga memberikan arahan kepada para perawat piket agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. “Jangan cemberut, layanilah pasien sebaik mungkin. Rawatlah pasien seperti keluarga,” ungkapnya.
(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.