Jumlah DPT Bertambah, KPU Tambah TPS di Rutan Solo

SOLO, koranindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menambah kapasitas TPS di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Kota Solo. Penambahan TPS ini setelah dilakukan perubahan jumlah data pemilih di Rutan Solo.

Divisi Pemuktahiran Data dan Informasi KPU Solo, Kajat Pamudji mengatakan, pihaknya memutuskan untuk melakukan penambahan TPS baru di Rutan setelah diadakannya rapat pleno Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada Minggu (17/2) kemarin. Sehingga, berdasarkan data tambahan itu, pihaknya langsung memutuskan dilakukan penambahan TPS.

“Sebelumnya di rutan hanya satu TPS. Kita tambah satu lagi menjadi dua TPS,” terang Kajat, Senin (18/2/2019) siang.

Hasil rapat pleno DPTb per 17 Februari ada sebanyak 385 napi yang punya hak pilih pada Pilpres dan Pileg 17 April mendatang. KPU Solo kemudian memutuskan menambah satu TPS lagi di Rutan Surakarta pada pencoblosan nanti.

“Kita sebelumnya hanya membuat satu TPS di Rutan Surakarta. Namun, karena jumlah pemilihnya banyak akhirnya ditambah satu TPS lagi,” kata dia.

Ia menjelaskan kedua TPS di Rutan Kelas 1A Kota Solo, yakni TPS 10 dengan jumlah pemilih 214 napi dan TPS 11 sebanyak 199 napi. Anggota Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) nantinya dari petugas Rutan.

“Kita setelah ini bakal berkoordinasi dengan Rutan terkait nama-nama petugas KPPS. Setelah ada orangnya langsung kita diberikan bimbingan teknis,” sebut Kajad.

Banyaknya jumlah pemilih di Rutan Kelas 1A Kota Solo, lantaran dihuni dari tiga daerah, yakni Sukoharjo, Karanganyar, dan Solo. Bertambahnya satu TPS di Rutan Klas 1A Kota Solo ini, jumlah total TPS di Kota Bengawan pada Pilpres dan Pileg menjadi 1.733. “Kita masih cukup logistik untuk memenuhi kebutuhan TPS khusus di Rutan Solo,” katanya.

(ali).

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.