Banner sumsel

Jualan Shabu, Pria Ini Kantongi Omzet Rp10 Juta Sebulan

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Keuntungan besar yang diperoleh tiap bulan membuat Carman alias ujang Begi (41) betah menjadi bandar shabu dalam dua tahun terakhir.

 

Bahkan warga Desa Penandingan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin ini secara perlahan meninggalkan usahanya berjualan sparepart kapal motor.

 

Namun bisnis haram tersebut harus dihentikan setelah Carman disergap anggota Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polair Polda Sumsel dari rumahnya, Kamis (19/9).

 

Saat ditemui di Mako Ditpolair Polda Sumsel Carman mengaku sekali bertransaksi dengan pemasok narkoba, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp60 juta.

 

“Rp60 juta itu dapat 10 paket shabu dengan berat satu ons. Setelah itu saya pecah jadi paket kecil. Biasanya habis 3 minggu sampai sebulan, untungnya Rp10 juta,” ujarnya, Jumat (20/9).

 

Ayah dua anak ini mengaku, selama ini pembeli yang datang ke rumah dan terkait dua pucuk senjata api rakitan dan 33 butir amunisi yang ditemukan aparat, menurut Carman merupakan barang jaminan dari pelanggannya.

 

“Pistol itu punya Anang, dia gadai Rp1 juta tapi diambil shabu sudah tiga bulan. Tapi waktu aku coba ternyata rusak, tidak meledak jadi cuma disimpan,” imbuhnya.

 

Sementara itu Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Imam Tabrani mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan atas laporan warga tentang aktivitas pelaku dalam peredaran narkoba.

 

Bersama pelaku turut diamankan barang bukti 12 paket shabu seberat 121,13 gram, satu paket ukuran 2,19 gram, dua paket kecil seberat 0,33 gram dan setengah butir pil ekstasi, serta dua unit timbangan digital.

Kemudian 50 buah alat hisap shabu, satu bal plastik klip, satu unit ponsel untuk bertransaksi serta satu buah buku catatan penjualan barang haram tersebut.

“Selain itu juga kita amankan dua pucuk senjata api rakitan dan 33 butir amunisi serta uang tunai sebesar Rp16.260.000 diduga hasil penjualan narkoba,” papar Imam.

Dalam kasus ini Imam melanjutkan, pihaknya masih melakukan pengembangan, baik dari keterangan tersangka maupun pendalaman catatan transaksi yang ditemukan.

“Kasusnya masih kita lakukan pengembangan untuk mengungkap bandar yang memasok narkoba tersebut kepada tersangka,” jelas Imam saat memimpin gelar hasil ungkap. (Sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.