Banner sumsel

Jokowi Resmi Gratiskan Bea Tol Suramadu

BANGKALAN, koranindonesia.id – Tol Suramadu yang menghubungkan kota Surabaya dengan kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur, resmi dibebaskan dari biaya alias gratis, bagi kendaraan yang melintas, terhitung mulai hari ini, Sabtu (27/20/2018) pukul 17.00 WIB, oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mempertimbangkan kalkulasi dampak dan pertumbuhan ekonomi bagi warga Madura, Presiden Jokowi, memutuskan membebaskan biaya bagi kendaraan yang melalui Jembatan Surabaya Madura atau yang lebih dikenal dengan Jalan Tol Suramadu.

Peresmian pembebasan biaya Tol Suramadu itu ditandai dengan pengibaran bendera oleh Presiden Jokowi dari pintu keluar kota Bangkalan, Madura, menuju kota Surabaya.

Tampak hadir dalam kesempatan ini Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jatim Soekarwo, dan para bupati se Pulau Madura.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, pada 2015 lalu, atas masukan dan saran-saran dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, juga Keluarga Besar Ikatan Keluarga Madura, yang menyampaikan kepada dirinya agar sepeda motor digratiskan, pemerintah telah menggratiskan Jalan Tol Suramadu bagi sepeda motor.

Kemudian pada 2016 juga, ada usulan-usulan dan masukan lagi agar tarif tol yang ada di sini dipotong 50%, pemerintah juga memutuskan 2016 yang lalu menjadi separuh.

(FOTO/IST)

Namun, berdasarkan kalkulasi, dan hitung-hitungan menurut Jokowi, pemerintah melihat penggratisan dan pemotongan itu belum memberikan dampak atau pertumbuhan ekonomi yang signifikan, kepada Madura.

“Kita lihat ketimpangan kemiskinan, kalau kita lihat angka-angka dibandingkan dengan daerah Jawa Timur yang lain, misalnya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo angka kemiskinan 4% – 6,7%. Sementara di Madura angka kemiskinan masih berada pada angka 16% – 23%,” ungkap Jokowi.

Karenanya, setelah mempertimbangkan usulan-usulan dan desakan dari tokoh-tokoh agama, ulama, para kiai, dan juga tokoh-tokoh masyarakat dari IKAMA, dan Bupati, pada hari ini, Sabtu (27/10), Presiden Jokowi memutuskan Jalan Tol Suramadu akan menjadi jembatan non tol biasa.

“Dengan menjadi jembatan non tol biasa, kita berharap pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti, turisme semuanya akan berkembang di kabupaten-kabupaten Madura. Insyaallah, pertumbuhan ekonomi akan kelihatan,” ucap Presiden.

Diakui Presiden Jokowi, memang selama ini dengan jalan tol ini, negara mendapatkan pemasukan tetapi pemasukan itu dinilai, tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi yang dinginkan pemerintah untuk kabupaten-kabupaten yang ada di Madura.

“Sekali lagi ini adalah keputusan sebagai bentuk dari rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, utamanya masyarakat Madura,” pungkas Jokowi.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.