Banner sumsel

Jokowi-Ma’ruf Amin Menang Telak di Rutan Solo

SOLO, koranindonesia.id – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin memenangi pemilihan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Kota Solo, Rabu (17/4/2019) sore. Dari dua TPS di Rutan tersebut, Paslon 01 unggul signifikan dibandingkan dengan Paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno.

Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Solo, Fitroh Komarudin mengatakan, dalam proses pemilu yang digelar di Rutan Kelas IA Kota Solo berlangsung aman dan lancar tanpa ada kendala apapun.

Warga binaan yang menyalurkan hak pilihnya juga secara bergantian menyalurkan aspirasi dengan tertib. “Untuk dua TPS di Rutan Solo Paslon 02 unggul,” terang Fitroh.

Menurutnya, ada sebanyak 389 warga binaan yang menyalurkan hak pilihnya. Untuk mewadahi mereka, pihak Rutan membuka dua TPS yakni TPS 10 yang diperuntukkan untuk warga Kota Solo dan TPS 11 diperuntukkan untuk warga Karanganyar dan Sukoharjo.

Berdasar data rekapitulasi, Paslon 01 di TPS 10 Rutan Kelas IA Kota Solo mencapai 168 suara. Sedangkan, Paslon 02 mendapat 29 suara. Sedangkan, suara tidak sah tercatat tiga suara. Sementara itu, di TPS 11 Rutan Kelas IA Kota Solo, paslon 01 mendapatkan sebanyak 126 suara. Lalu, Paslon 02 memperoleh 34 suara. Sedangkan, terdapat lima surat suara tidak sah.

Sementara itu, Ka Rutan Solo, M Ulin Nuha mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 21 petugas dalam Pemilu yang diadakan di dalam Rutan Kelas IA Kota Solo. Dalam menjalankan tugasnya, petugas Rutan mengenakan baju batik agar tidak menimbulkan kesan kaku. “Upaya ini kami lakukan, agar tidak ada kesan kaku saat pencoblosan dilakukan,” kata Ulin.

Penyelenggaraan pemilu di Rutan juga mendapat pantauan langsung dari pengawas independen. Salah seorang pengawas independen berasal dari Malaysia, bekerjasama dengan pihak Bawaslu Kota Solo untuk memantau kondisi langsung di lapangan.

Pengawas independen dari Malaysia, Aira Azhari mengatakan, penyelenggaraan Pemilu di Indonesia berbeda dengan di Malaysia. Jika di Malaysia, masyarakat memiliki dua pilihan yakni memilih Dewan Undangan Negeri dan Ahli Parlemen di Persekutuan. Namun, di Indonesia masyarakat memilih lima pemimpinnya. “Kalau di Malaysia hanya dua, kalau di sini lima,” kata Aira.

Menurutnya, antusiasme masyarakat (warga binaan) menyalurkan hak pilihnya sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang menyalurkan hak pilih.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.