Jokowi Kembali Ngomong Hukuman Mati Koruptor. Ini Katanya

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berbicara tentang hukuman mati bagi koruptor. Presiden menyatakan, wacana tersebut perlu dibahas dalam proses legislasi, yang melibatkan DPR, pemerintah dan mendengar aspirasi rakyat.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan melalui Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono.

“Dalam proses legislasi tersebut pastinya akan dilakukan assessment atas hukuman mati untuk koruptor dengan memerhatikan pendapat masyarakat, efektifitas dari hukuman mati. Apakah betul bisa mengurangi tingkat korupsi secara signifikan, fungsi pemidanaan. semata mata punitif atau rehabilitatif, (Selain itu) hak dasar manusia untuk hidup, tingkat akurasi penyelidikan dan penyidikan serta proses pemeriksaan dan pembuktian di pengadilan,” papar Dini dalam keterangannya, Kamis (12/12/2019).

Presiden, ujar Dini, memerhatikan unsur kemanusiaan harus tetap masuk ke dalam pertimbangan tersebut.

Pada bagian lain, Dini menyampaikan Presiden sangat mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi, salah satunya melalui tindak pencegahan.

“Pendekatan yang diambil harus menyeluruh, baik dari sisi preventif maupun korektif,” kata Dini.

Presiden Jokowi sebelumnya bicara perihal hukuman mati koruptor seusai acara peringatan Hari Antikorupsi di SMKN 57 Jakarta. Namun dia menyebut hukuman mati bagi koruptor bisa saja dimasukkan ke revisi UU terkait jika ada kehendak masyarakat.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.