Jokowi Diingatkan Tidak Khianati Reformasi Karena Kebijakannya Ini

 JAKARTA, koranindonesia.Id – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris mengingatkan kepada Presiden Jokowi agar tidak menyeret-nyeret TNI dan Polri aktif ke dalam politik. Apalagi, menyeret masuk menduduki lembaga negara.

“Pak Jokowi, janganlah demi dukungan TNI/Polri dan menang dalam pilpres anda biarkan tentara dan polisi aktif masuk kembali ke ranah sipil,” ungkap Syamsuddin saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Pernyataan Syamsuddin itu untuk menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta International Expo Kemayoran, Minggu (10/2/2019).

Dalam acara silaturahim purnawirawan TNI-Polri dengan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo itu, Luhut mengaku menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo mengenai rencana penempatan perwira TNI di kementerian dan lembaga.

Menurut Luhut, Jokowi setuju agar rencana itu dikaji dan dicarikan payung hukumnya.

Menurut Syamsuddin, jika sampai Presiden mengabulkan keinginan Luhut, berarti Jokowi sudah melakukan pengkhianatan konstitusi.

“Jika anda biarkan, ini akan dicatat sejarah sebagai pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi,” tegas Syamsuddin.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.