Banner Pemprov 17 Agustus

Jika Menang Pilpres, Fahri Hamzah : Prabowo Jangan Alergi Kritikan

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan, jika Prabowo Subianto memenangi Pilpres 2019, dia mengusulkan untuk tidak membungkam para pengritik. Fahri justru meminta Prabowo untuk memelihara para pengritik pemerintah.

Usulan Fahri ini berangkat dari kasus Ratna Sarumpaet yang dinilai sangat kental dengan aroma politik. Pasalnya, Ratna dinilai sangat sering menyerang pemerintahan saat ini. “Kritikus pemerintah harus dipelihara. Nanti kalau Pak Prabowo jadi presiden, saya usulkan kritikus pemerintah itu harus dipelihara, biarin orang ngomong begitu, karena orang ngomong kritik pemerintah itu bagus. Ini orang tua ditahan, come on!,” kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Pada bagian lain, Fahri menilai, penggunaan pasal Undang-undang Darurat Tahun 46, atau 73 tahun yang lalu sangat tidak tepat untuk menjerat Ratna. “Tiba-tiba gara-gara yang dipakai, karena kalau pake ITE Ibu Ratna nggak bisa ditahan. (Itu) karena undang-undang ITE tuntutannya 4 tahun lebih, jadi karena dia dibawah 5 tahun, nggak bisa ditahan. (maka) dipakailah pasal ini pasal zaman purba,  76 tahun yang lalu. Masak darurat itu undang-undang dipakai lagi, karena deliknya 10 tahun, kenapa? Ratna Sarumpaet, penyair dan penulis kritikus pemerintahan ya nggak apa-apa dong, bagus,” kilahnya.

Seperti diketahui, Ratna Sarumpaet didakwa oleh JPU telah membuat kegaduhan akibat menyebarkan berita bohong yang menyatakan bahwa dirinya dianiaya sekelompok orang. Akibat perbuatannya, Ratna didakwa dengan satu dakwaan yakni didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No. 19/ 2016 tentang Perubahan atas UU No 11/ 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.