Jembatan Desa Gunung Kerto Roboh, Pemkab Upayakan Jembatan Darurat

LAHAT, koranindonesia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), masih terus berupaya mencari solusi mengatasi Jembatan Tunggang di Desa Gunung Kerto yang terhubung dengan Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat,  yang roboh Sabtu (27/4) kemarin, sekitar pukul 03.00 WIB, akibat diterjang arus sungai yang meluap.

Bupati Lahat Cik Ujang melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mirza Azhari mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan, untuk meminjam Jembatan Bailey sebagai sarana penyeberangan sementara.

Menurutnya, dengan dipasangnya Jembatan Bailey yang merupakan jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi, yang mudah dipindah-pindah (movable) tersebut diharapkan, kendaraan roda empat maupun roda dua milik warga bisa melintas sementara. Dengam demikian, aktifitas warga yang selama ini mengandalkan akses Jembatan Tunggang tersebut tidak terganggu.

“Ya salah satu solusinya sebelum kembali dibenahi, kita sudah berkoordinasi dengan pihak balai untuk meminjam Jembatan bailey. Jika harus menunggu perbaikan tentu memakan waktu lama,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/4/2019).

Lebih lanjut Mirza menuturkan, bagi warga yang hendak melintas dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua masih tetap dapat melintasi jembatan di Desa Gunung Kerto itu, dikarenakan warga sekitar dengan cara gotong royong  telah membuat jembatan sementara, menggunakan kayu.  Meski demikian, ia mengimbau kepada warga pengguna jembatan sementara tersebut, untuk tetap waspada dan berhati-hati.

(FOTO/SFR)

Sementara itu, Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap melalui Wakapolres Kompol Budi Santoso menuturkan, pihaknya telah menempatkan personel di lokasi jembatan yang roboh tersebut.  Diakuinya, keberadaan anggota kepolisian di lokasi tersebut, selain untuk memantau aktifitas warga di lokasi, juga untuk membantu warga sekitar, khususnya yang hendak melintas di jembatan sementara yang dibuat.  “Kita tempatkan personel disana, untuk membantu masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang yang terjadi sepekan terakhir membuat Sungai Air Manak meluap hingga ketinggian 1,5 meter. Nahasnya,  intensitas volume air yang cukup tinggi akhirnya menerjang Jembatan Tunggang yang terletak di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat itu, hingga terputus.

Meski tidak ada korban jiwa, namun  jalan penghubung bagi warga yang berdiam di 14 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, dan 18 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, sempat terputus.

(sfr)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.