Banner sumsel

Jelang Ramadan 1440 H, Satpol PP OKU Ancam Pengusaha yang Membandel

BATURAJA, koranindonesia.id – Menyambut awal bulan suci Ramadan 1440 H yang diperkirakan akan jatuh pada 5-6 Mei mendatang, Satpol PP Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) mengimbau, kepada pengusaha seluruh tempat hiburan malam di Bumi Sebimbing Sekundang, untuk menutup usahanya agar menghormati umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa.

“Bila masih membandel, kita menindak pengusaha hiburan malam tetap buka saat Ramadhan. Izin usahanya bakal dicabut,” ucap Kepala Satpol PP OKU, Agus Salim kepada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Agus Salim meminta seluruh tempat hiburan di OKU tutup sementara saat Ramadan. Hal ini untuk menjaga situasi kondusif selama bulan suci. “Namun, keputusan ini nantinya akan dirapatkan bersama Polres OKU, dinas terkait dan MUI OKU. Setelah itu, kita melayangkan surat kepada pemilik hiburan malam untuk mentaati peraturan tersebut,” papar Agus Salim.

Selain itu, lanjut Agus Salim, selama Ramadan pengusaha rumah makan juga diminta untuk tidak beroperasi saat siang hari. Para pengelola rumah makan, restoran, kedai kopi bisa tetap buka saat puasa. “Catatannya pengelola harus memasang tabir. Hal ini untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa,” sebut Agus Salim didampingi Kabid Trantib, Sofyan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak makan, minum atau merokok di tempat umum di siang hari selama Ramadan. Diminta kepada para orangtua untuk mengawasi kegiatan anak selama Ramadan. Para pedagang tidak boleh jualan petasan yang ledakannya menganggu ibadah malam Ramadan. “Para pedagang di Pasar Ramadan jangan menjual makanan dan minuman yang memakai zat pewarna dan pengawet. Hal itu bisa berdampak pada kesehatan,” sebut Agus Salim.

Untuk itu, Agus Salim mengimbau kepada seluruh masyarakat OKU untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama Ramadan. “Masyarakat dan Ormas jangan sampai bertindak anarkis, bila ada yang mengabaikan seruan bersama di bulan suci. Agar segera melaporkan dugaan pelanggaran ke pihak berwenang,” pungkas Agus Salim.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.