Banner sumsel

Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kebanjiran Pesanan

PALEMBANG, Koranindonesia.id — Dua pekan menjelang Lebaran Idul Fitri, masyarakat Palembang sudah mulai bersiap menyambut hari besar umat muslim itu. Hal ini terlihat dari banyaknya pesanan yang diterima pengusaha kue.
Seperti salah satunya Soraya Kurniwati atau yang akrab disapa Cek Bety. Siang malam ia mengerjakan pesanan kue dari para pelanggannya. Ada kue Nastar, Skipy, Coklat dan masih banyak lagi. Sejak pukul 03.00 subuh Cek Bety sudah sibuk di dapurnya untuk membuat kue-kue yang sudah banyak dipesan.
Usahan rumahan yang  terletak di Jalan Merdeka dekat Jerambah Kuning telah digelutinya sejak 20 tahun ini merupakan usaha keluarga turun menurun. Tumpukan adonan kue kering, loyang berukuran besar dipenuhi dengan cetakan beraneka ragam kue, sudah menjadi teman setiap ramadhan tiba.
Setiap tahun menjelang hari raya banyak sekali pesanan yang ia terima. Tahun ini ada sebanyak 1500 cup pesanan kue kering pesanan pelanggan. Bahkan sebelum puasa, dirinya telah membuat pesanan kue tersebut.
“Kalau buat sudah sejak sebelum puasa kemarin. Kita buat kue yang tahan lama dulu seperti Beng-beng, Nastar,” katanya, Rabu (22/5/2019).
Lanjutnya, hingga saat ini ia bersama tiga karyawannya setiap hari membuat kue kering dari sahur sampai menjelang buka puasa. “Setiap hari bisa buat sampai 10 hingga 15 kilo adonan kue. Alhamdulilah dibantu tiga karyawan, kadang lima karyawan kita buat kue kering ini,” katanya.
Ia mengatakan pesanan kue kering ini juga ia dapatkan dari jauh-jauh hari sebelum puasa. “Biasanya memang kebanyakan langganan lama, jadi tahu kalau pesannya sudah lama. Kalau pesan dekat-dekat kita tak terima lagi,” ujarnya.
Kue kering yang banyak dipesan seperti Kue Nastar, Kurma Susu, Kue Coklat Putih, Kue Skipi dan lain sebagainya. “Paling banyak Kue Nastar, Kue Skipi, Kurma Madu. Harga yang dijual bervariasi mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu per cup,” jelasnya.
Ia mengaku tahun ini ada kenaikan harga sedikit karena harga bahan-bahan pembuatan kue juga naik. “Rata-rata harga kebutuhan memang naik, jadi kami naikkan dikit juga hanya Rp5.000,” ujarnya.
Dari 1500 cup ini, ia menghabiskan banyak bahan kue. Mulai dari mentega sekitar 150 kg, gandum kurang lebih 140 kg, telur 60 kg dan lain sebagainya. “Keuntungan kotor ya sekitar Rp 30 juta belum bayar karyawan, bahan kue beli termasuk hitungan. Kira-kira dapat keuntungan bersih Rp15 juta,” jelasnya.
Tak hanya kue kering saja, kue basah juga ia menerima pesanan. “Kalau sekarang belum banyak, baru dapat 40 loyang biasanya bisa sampai ratusan loyang,” jelasnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.