Jauhkan Dunia Digital dari Anasir Pemecah Belah dan Konten Negatif

PALEMBANG, koranindonesia.id – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang digelar Kodam II/Sriwijaya, Senin (21/5/2018) bertempat di lapangan Makodam II/Sriwijaya Jalan Jenderal Sudirman Km 2,5 Palembang, dipimpin langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto.

Peringatan Harkitnas yang mengangkat tema “Pembangunan SDM Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital” ditandai dengan pengibaran sang saka Merah Putih, Pembacaan Pembukaan UUD 1945, Pengucapan Sapta Marga dan Pembacaan Panca Prasetya Korpri serta pembacaan sambutan Menkominfo RI.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI) Rudiantara, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S. Sos., mengatakan bahwa, bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyat telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesejahteraan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan darah  pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.

Ditambahkannya, kebangkitan nasional Indonesia di era digital menandakan bahwa dunia digital sudah menjadi bagian besar dalam kehidupan masyarakat. Tak sedikit anak muda kreatif yang mencari berkah di dalamnya dan dijadikan sebagai ladang baru untuk berkarya.

“Oleh sebab itu, mari bersama-sama jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat darinya,” ungkap Pangdam.

Usai upacara, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto dalam arahannya menambahkan, bahwa beberapa peristiwa yang terjadi baru-baru ini seperti aksi terorisme harus di waspadai. Upaya tersebut merupakan salah satu cara untuk mengadu domba agar kita terpecah belah.

“Sekali lagi, tidak ada ajaran agama apapun terutama Islam, yang mengajarkan tindakan terorisme seperti aksi pengeboman, apalagi ditempat ibadah,” papar Pangdam pula.

Pada kesempatan tersebut Pangdam II/Sriwijaya juga menekankan kepada seluruh prajurit agar bijak dalam menggunakan sosial media (sosmed) seperti whatsapp, twitter dan facebook sesuai dengan peruntukannya.

“Sebagai prajurit, dalam menggunakan media sosial harus pandai dan cerdas, setiap prajurit harus tahu dan mengerti batas-batas penggunaannya. Jangan ada lagi yang meng-upload foto atau video yang dapat mengakibatkan tercemarnya nama baik terutama instansi TNI,” tandas Pangdam.(win)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.