Jaringan Pengedar Ganja Lintas Provinsi Diciduk Polisi

BATURAJA,koranindonesia.Id-Dalam hitungan waktu 1×24 Jam, Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU) berhasil mengamankan 6 pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba jenis ganja lintas provinsi yang bermain diwilayah bumi sebimbing sekundang. Dari keenam tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja siap edar seberat 109 gram.

“Keenam pelaku ini terlibat perdagangan ganja berantai,” kata Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba Polres OKU AKP Widhi A Dharma SIK.

Dikatakan Kapolres OKU keenam pelaku ini diamankan pada Minggu (10/2) di tempat berbeda, penangkapan berawal dari tersangka Nando (21) yang diamankan disalah satu warnet di kawasan Kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur. “Dari tersangka Nando kita lakukan penyelidikan ternyata ia mendapat barang dari tersangka Rangga (19) yang ditangkap dikawasan yang sama,” ungkap Kapolres.

Dari nyanyian tersangka Rangga ia mendapat barang dari tersangka Refi (22) yang ditangkap di rumahnya di RS Holindo Kelurahan Baturaja Permai, “di rumah Refi kita amankan beberapa paket hemat ganja siap edar,” tuturnya.

Tak sampai disitu, Sat Res Narkoba Polres OKU kemudian kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka lainnya Endang (45) yang ternyata ia mendapat barang dari tersangka Herman (27), “keduanya ditangkap di RS Sriwijaya” sebutnya.

Lebih lanjut pengembangan dari tersangka Herman mendapat barang dari tersangka Yusrizal (40) yang berprofesi sebagai pegawai BUMN salah satu PT Perkebunan sawit di wilayah OKU, pelaku diamankan di rumahnya di kawasan Perumahan Niagara Hill Desa Tanjung Baru. “Kalau menurut tersangka Yusrizal barang haram ini pemasoknya dari daerah Medan, nah ini lagi kita kembangkan karena ini sudah lintas provinsi,” ujar Kapolres.

Saat ini para pelaku masih diamankan di Mapolres OKU untuk pegembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku dijerat undang-undang¬† nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1. “Ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” tukasnya.

Sementara itu, tersanhka Yusrizal saat dintrogasi Kapolrea menerangkan, bahwa barang tersebut ia dapat dari salah satu kenalannya di Medan, “Awalnya kami cuma kenalan lewat kontak HP, karena sama-sama orang Medan jadi kami akrab dan dia cerita tentang barang (ganja) itu,” ungkapnya.

Ia mendapat kiriman barang tersebut setiap satu bulan sekali dengan berat sekali kirim sekitar 2 Kg ganja siap edar, barang tersebut menurutnya dikirim melalui bus yang melintasi kota Baturaja. “Kalau sudah sampai di Baturaja biasanya aku ditelepon orang loket, karena di paket ada nomor telepon dan alamat penerima” tuturnya.

Barang tersebut selalu habis terjual. “Kalau habis bersihnya aku dapat sekitar 2 juta rupiah” ujarnya.(tin)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.