Jarak Luncur Guguran Lava Merapi Capai 900 Meter

JAKARTA,koranindonesia.id – BPPTKG memantau guguran lava Gunung Merapi dengan jarak luncur 900 meter kearah kali Gendol hari ini, Kamis (11/4/2019). Saat ini gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah ini masih berstatus level 2 atau ‘Waspada.’ Status tersebut berlaku sejak 21 Mei 2018 lalu.

Sebelumnya Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran pada dini hari tadi (11/4). Awan panas terjadi pada pukul 04.44 WIB dengan durasi 112 detik dan berjarak luncur 1.100 meter kearah hulu Kali Gendol.

Sehubungan dengan tingkat aktivitas vulkanik level 2, Badan Geologi merekomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pendakian Gunung Merapi, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Selanjutnya, radius 3 km dari puncak gunung dengan tinggi 2.968 m agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik.

Jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik, BPPTKG yang berada di bawah Badan Geologi akan segera ditinjau kembali. Selain itu, masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan GunungMerapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz. Informasi juga dapat diakses melalui www.merapi.bgl.esdm.go.id atau pun media sosial BPPTKG. (rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.