Banner sumsel

Jangan Main Hakim Sendiri, Masyarakat Diminta Klarifikasi Aliran Sesat

LAHAT, koranindonesia.id – Guna menghindari kesalahpahaman serta penyebaran berita bohong (hoaks), Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Lahat, berharap agar masyarakat melakukan klarifikasi terlebih dahulu bila menemukan aliran kepercayaan yang dianggap meresahkan.

Sehingga, tidak terjadi anggapan-anggapan bahwa sebuah aliran diangap sesat dan lainnya. Sebelum instansi terkait, menetapkan bahwa aliran tersebut sesat atau menyimpang.

“Memang pernah tumbuh beragam aliran yang telah dianggap sesat. Namun bagi masyarakat jangan langsung menghakimi terlebih dahulu sebelum diklarifikasi, kalau ada temuan. Laporkan dahulu ke Pakem atau ke pihak kepolisian,” ujar Ketua Pakem Lahat Jaka Suprana melalui Wakil Ketua Pakem Bani Ginting, kepada wartawan Minggu (7/10/2018).

Bani yang juga Kasi Intel Kajari Lahat ini menambahkan, bahwa keberadaan Pakem Lahat dimaksudkan agar dapat secara bersama mencegah dan melakukan pengawasan secara dini, aliran-aliran kepercayaan yang meresahkan yang ada di Lahat.

Apalagi Pakem Lahat ini diisi oleh beberapa intansi seperti Kejari Lahat, FKUB, Kemenag, Polres Lahat, Kodim 0405 Lahat, Pemda Lahat dan lainnya. “Sejauh ini untuk di Lahat, aman kondusif,” sambungnya.

Ketua Pakem Lahat Jaka Suprana (FOTO/SFR)

Dijelaskannya bahwa peran masyarakat juga diharapkan aktif dan dapat melaporkannya ke pemerintah setempat bila ditemukan kelompok- kelompok yang dianggap meresahkan.

“Namun jangan main hakim sendiri dan menyebarkan informasi yang belum jelas karena bisa menjadi hoaks dan malah menimbulkan keresahan,” bebernya.

Seperti diketahui sebelumnya di Indonesia pernah ada aliran dianggap menyimpang seperti Gafatar dan lainnya.

“Karena itu pula wajar kalau masyarakat trauma bila ada kelompok yang berbeda. Namun tetap harus diklarifikasi dahulu,” tukasnya.
(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.