Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Jangan Asal Tuduh, PSI Diminta Buktikan Anies Baswedan Pembohong dan Radikal

JAKARTA, koranindonesia.id – Tudingan Ketua Umum PSI Giring Ganesha bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, adalah pembohong dan radikal menuai kritik. Karena tudingan yang sering disampaikan oleh Giring di beberapa kesempatan tak memiliki dasar bukti, hingga mengarah pada fitnah.

Menanggapi polemik ini, Akademisi Universitas Paramadina Septa Dinata tak mempermasalahkan aksi kritik yang disampaikan oleh Giring, karena dalam politik saling serang antar sesama politisi atau partai politik adalah hal biasa, namun kritik tersebut harus mendasar dan dibuktikan dengan bukti yang autentik.

“Secara politik saya kira sah-sah saja PSI mencoba memainkan peran itu, tapi yang perlu menjadi catatan adalah kritik-kritik PSI perlu mengedepankan data-data objektif, jadi tidak hanya sekedar jargon-jargon yang seperti jargon bohong, dan lain sebagainya,” kata Septa Dinata saat dihubungi wartawan, Senin (27/12/2021).

Menurut dosen Komunikasi Politik Islam ini, kritik menggunakan data dan fakta sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar tidak terkesan fitnah, karena setiap kritik kepada publik figur akan menjadi pengingat bagi khalayak, apalagi opini yang disampaikan oleh Giring selama ini hanyalah pembohong atau intoleran.

“Dengan mengungkapkan fakta-fakta dan data-data yang dapat mendukung opini mereka terhadap Pemerintahan Anis Baswedan,” ujarnya.

Dikatakan penulis buku ini, setiap kritik yang disampaikan oleh partai politik atau politisi kepada Gubernur Jakarta adalah hal yang biasa, karena Jakarta merupakan sentral Indonesia dan kepentingan di Jakarta bertaraf nasional, bukan lokal lagi.

“Walaupun DKI Jakarta ini adalah pemerintahan lokal, tetapi interesnya nasional, karena semua orang di Indonesia ini punya kepentingan di Jakarta, itu lebih baik posisi Jakarta sebagai ibukota,” ucapnya.

Septa Dinata menyarankan agar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengkounter kritik PSI dengan bukti kerjanya, tanpa harus menyerang balik PSI sebagaimana mereka melakukannya.

“Saya kira pihak Pemprov DKI atau Pak Anies tak perlu melakukan serang ke PSI, hanya perlu melakukan kounter yang baik saja, artinya tidak perlu menyerang balik PSI ini secara personal dengan menuduh PSI sebagai partai yang hanya fokus terhadap DKI Jakarta dan sebagainya,” jelasnya.

“Yang tepat itu adalah pemerintah DKI itu jawab saja apa yang menjadi tuduhan-tuduhan dari PSI ini, tidak perlu menyerang balik dengan mengatakan bahwa PS yg ini hanya manfaatkan Anis untuk popularitas mereka. Intinya Pemprov DKI menunjukkan bukti-bukti dan data saja,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Giring Ganesha terhitung sudah beberapa kali menyerang Anies Baswedan, yang paling fenomenal  adalah  pernyataan Giring yang menyebut Anies gubernur pembohong pada  September 2021 lalu.

Terbaru Giring juga melontarkan hal yang sama saat memberikan pidato acara puncak peringatan HUT Ke-7 PSI di Ballroom Djakarta Theater, beberapa hari lalu.

Giring Ganesha mengklaim masa depan Indonesia bakal  kacau balau jika kelak Presiden yang memimpin negara ini adalah orang-orang yang punya rekam jejak memainkan isu SARA dan politisasi agama.

Memang giring tidak menyebutkan nama Anies Baswedan dalam pidatonya itu namun banyak pihak menyampaikan pernyataan itu dialamatkan untuk orang nomor satu di Jakarta itu.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.