Banner sumsel

Jambret Sial, Usai Merampas Ponsel Korbannya Sepeda Motor Tabrak Trotoar

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sial dialami Muhammad Ariansyah alias Ari (21). Pasalnya, usai sukses merampas ponsel milik korbannya, sepeda motor yang ditumpanginya justru menabrak trotoar.

Akibatnya, warga Jalan Purnama Simpang Bombat, RT 50/10, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Sako, Palembang ini, harus meringkuk di sel tahanan Polsek Sako.

“Tersangka ini kita amankan dengan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Vega ZR warna merah BG 2335 ZA. Tersangka merampas ponsel milik Ade Yunita (15) warga Jalan Sematang Borang, Kecamatan Sako, saat melintas di Jalan Musi Raya Timur, depan Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako pada Jumat (19/10) pukul 19.30 WIB,” papar Kapolsek Sako, Kompol Firdaus didampingi Kanit Reskrim Iptu Yahya Roni saat press release, Selasa (23/10/2018).

Dikatakan Firdaus, mula-mula pelaku mengawasi korban. Melihat korban santai duduk diatas sepeda motor sambil memainkan ponsel Vivo Y53 miliknya, timbul niat tersangka untuk merampasnya.

“Tersangka bersama temannya Ad (DPO) berboncengan melintasi lokasi. Melihat korban sedang duduk, tersangka merampas ponsel yang masih dalam genggaman korban. Spontan, korban berteriak dan mengundang perhatian warga. Anggota yang kebetulan sedang patroli hunting, berhasil mengamankan tersangka, sementara rekannya berhasil kabur dengan membawa barang bukti. Tapi kami tidak tinggal diam, kami tetap akan mengejar rekannya, yang sudah kami kantongi identitasnya,” imbuh Firdaus.

Tersangka yang baru satu bulan keluar dari penjara dalam kasus pencurian kotak amal masjid ini, sebelum tertangkap ternyata pernah juga sukses membawa kabur ponsel korbannya yang lain.

“Sebelum tertangkap ini, ada seorang perempuan yang datang dan mengenali wajah tersangka. Ternyata tersangka ini juga pernah menjambret ponsel korban, saat melintas di Simpang Bombat,” sebutnya.

Sementara itu, tersangka Ari mengaku butuh uang untuk berjudi online.

“Saya kecanduan judi online pak, setiap kali main terkadang sampai Rp300.000 bahkan lebih. Sepeda motor yang kami pakai menjambret itu milik Ad. Saya berperan sebagai pilot,” urai tersangka.
(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.