Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Jalur Kereta yang Terendam Perlu Solusi Jangka Panjang

Semarang, koranindonesia.id-Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Semarang menyebabkan sebagian wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut dilanda banjir pada 6 Februari 2021.

 

Pemerintah Kota Semarang mencatat setidaknya 29 titik banjir dan 21 titik tanah longsor akibat cuaca buruk tersebut. Selain menggenangi berbagai permukiman dan fasilitas publik, banjir juga mengakibatkan jalur kereta api lintas utara putus di wilayah Daop 4 Semarang.

 

Banjir saat itu sempat menggenangi rel di perlintasan antara Stasiun Tawang hingga Stasiun Alastuwa Semarang.

 

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan panjang rel yang tergenang air mencapai 6 km dengan ketinggian yang bervariasi sehingga sejumlah perjalanan kereta menjadi tertunda jika ada genangan yang melebihi kelayakan operasional kereta api setinggi 7,5 cm.

 

Genangan air sepanjang jalur itu cukup alam terjadi di beberapa titik, bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 cm dari atas kopel rel sehingga terpaksa sejumlah perjalanan kereta dihentikan.

 

Membahayakan Banjir yang menggenangi rel kereta memang bisa mempengaruhi operasional kereta itu sendiri dan membahayakan perjalanan karena air yang menggenangi rel tersebut akan rembes dan menyebabkan fungsi operasional dari rem tidak berjalan mulus. Akibatnya, kereta dapat kapan saja mengalami rem blong dan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kecelakaan.

 

Selain itu, rel yang tergenang banjir dikhawatirkan akan mengakibatkan pergeseran dudukan rel apalagi jika arus banjir cukup deras. Bergesernya rel beberapa centimeter saja jika dilewati kereta maka tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.

 

Tergenangnya rel juga sangat membatasi sudut pandang masinis karena masinis tidak mengetahui secara persis apakan rel yang di depan telah bergeser atau ada benda yang melintang di atasnya.

Bisa dibayangkan jika masinis tidak bisa menghindari sebuah besi yang melintang karena terendam air, dikhawatirkan kereta akan mengalami kecelakaan. Kejadian ini tidak boleh terjadi karena bisa memakan korban dan menghambat perjalanan kereta lainnya.

 

Untuk mencegah risiko dan sudah sesuai prosedur keselamatan perjalanan, PT KAI lebih memilih menunda perjalanan kereta jika banjir tengah menggenangi jalur.

 

Akibatnya, perjalanan sejumlah KA terpaksa dialihkan melalui jalur selatan. Sementara yang lain, penumpang dialihkan dengan menggunakan bus untuk mencapai stasiun tujuannya.

 

Setidaknya enam kereta penumpang yang perjalanannya terganggu, seperti KA Argo Bromo Anggrek, KA Kaligung, KA Maharani, KA Kamandaka, KA Kedungsapur, serta KA Harina.

 

Hingga hari kedua banjir, genangan di sejumlah titik di Kota Semarang sudah mulai surut, meski demikian, jalur utara KA antara Tawang hingga Alastuwa masih terendam air di atas ambang batas yang ditentukan sehingga sejumlah kereta masih dialihkan melalui jalur selatan.(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.