Istri Pengawas TPS Ini Tolak Jasad Suaminya Diotopsi

SOLO, koranindonesia.id- Isu terkait otopsi korban Pemilu 2019 ditentang oleh pihak keluarga korban. Salah satunya keluarga, Mela Siti Malikah (30) warga Kelurahan Karangasem RT03/ RW04 Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

“Saya sudah ikhlas dengan kepergian Mas Agung (suaminya). Tidak usah diotopsi,” kata Mela saat ditemui wartawan di rumahnya, Sabtu (11/5/2019) siang.

Istri almarhum Agung Nugroho (34) yang merupakan petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (P-TPS) ini mengaku bahwa almarhum suaminya meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Disisi lain, almarhum juga kelelahan saat menjalankan tugas sebagai P-TPS dan pulang hingga pukul 03.00 dini hari.

“Mungkin karena sudah memiliki riwayat penyakit itu ya. Juga, faktor kelelahan menjalankan tugas,” ungkap Mela.

Sebelumnya, Agung Nugroho (34) dikabarkan meninggal setelah menjalankan tugas pengawasan Pemilu pada Senin (29/4) lalu.

Menurut Mela, sehari sebelum pencoblosan Agung melakukan tranfusi darah di rumah sakit PKU Muhammadiyah. Pasalnya, HB darah yang dimilikinya mengalami drop. Namun, sebelum diperbolehkan pulang Agung minta izin untuk pulang karena ingin bertugas pada tanggal 17 April saat pencoblosan Pemilu digelar.

Dikatakan Mela, Almarhum kembali dilarikan ke rumah sakit untuk melakukan tranfusi darah Selasa (23/4) karena HB-nya kembali drop dan dirawat inap sampai Jumat (26/4/2019). Ketika dirawat inap, Almarhum masih sempat untuk menyelesaikan data survei, sebab Sehari-hari dia bekerja sebagai petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Solo.

Biasanya, lanjut Mela, setelah rawat tubuh suaminya kembali segar. Namun kondisi tersebut tidak terlihat selama dua hari berada di rumah. Tubuh Agung lemas dan loyo. Puncaknya Minggu (28/4) saat almarhum usai mengambil Wudhu, dia terlihat jongkok, kemudian berjalan bersimpuh menuju kamar.

“Saya kaget, ayah jalannya kenapa? Setelah itu langsung saya peluk tubuhnya sudah keringat dingin. Saya panggil ibu kemudian mas Agung kami bopong ke kamar. Setelah sampai kasur mas Agung muntah-muntah kemudian pingsan,” ungkap Mela

Agung sendiri menghembuskan nafas terakhir Senin (29/4) sekitar pukul 15.30 sore. Almarhum dimakamkan di TPU Pracimaloyo, Makam Haji, Selasa (30/4).

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia lima tahun bernama Muhammad Fatih Ozil Nugroho. (ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.