
Istighosah Khassah di Jaksel Serukan Solidaritas Timur Tengah
koranindonesia.id – Zawiyah Arraudah Jakarta akan menggelar kegiatan Istighosah Khassah dan Iftar Bersama pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan tersebut bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H dan berlangsung di Tebet, Jakarta Selatan.
Panitia menggelar acara ini sebagai respons terhadap situasi global yang semakin memanas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum doa bersama bagi umat Islam.
Zawiyah Arraudah mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan solidaritas kepada umat Muslim di berbagai wilayah konflik.
Konflik tersebut meliputi Palestina, Iran, Sudan, dan beberapa kawasan Timur Tengah.
Ratusan jamaah dan sejumlah tokoh agama diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut.
Para peserta akan mengikuti rangkaian doa, dzikir, serta buka puasa bersama.
“Baca Juga: Tips Buka Puasa Sehat Ala Ade Rai Saat Ramadhan“
Panitia menyusun beberapa rangkaian kegiatan utama dalam acara tersebut.
Kegiatan utama meliputi pembacaan Hizb Nashor dan doa bersama.
Para masyayikh akan memimpin langsung rangkaian doa tersebut.
KH. Muhammad Danial Nafis akan memimpin sebagian rangkaian doa.
KH. Muhammad Danial Nafis berperan sebagai Khadimu Thariqoh Shiddiqiyah Darqowiyah Syadziliyah.
Ia juga menjabat sebagai Rois JATMAN DKI Jakarta.
Selain itu, KH. Ahmad Marwazi Al Makki Al Batawi juga akan memimpin doa bersama.
Ia dikenal sebagai Khadiem Syaikh Muhammad Yasin Bin Isa Al Fadani.
Para ulama tersebut mengajak jamaah untuk memperkuat doa bagi perdamaian dunia.
Mereka juga mengajak umat untuk mempererat persatuan dan kepedulian sosial.
Panitia memilih tanggal 17 Ramadhan dengan alasan historis yang kuat.
Tanggal tersebut memiliki makna penting dalam sejarah Islam.
Peristiwa Perang Badar terjadi pada tanggal tersebut.
Peristiwa tersebut menggambarkan keteguhan iman umat Islam pada masa awal.
Selain itu, sebagian ulama juga mengaitkan momentum tersebut dengan peristiwa Fathu Makkah.
Peristiwa tersebut menjadi simbol kemenangan dan persatuan umat Islam.
Oleh karena itu, panitia berharap momentum tersebut dapat memperkuat semangat persatuan umat.
Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah konflik global.
Ketua panitia H. Reza Milady menyampaikan tujuan utama kegiatan tersebut.
Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian moral para ahlu thariqoh.
Menurut Reza, para peserta ingin memperkuat persatuan umat atau Ittihadul Ummah.
Selain itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat merespons konflik global secara damai.
Reza menilai konflik di Timur Tengah menunjukkan krisis kemanusiaan yang serius.
Ia juga menyoroti tindakan militer yang memicu konflik berdarah di kawasan tersebut.
“Kami melihat konflik tersebut sebagai potret ego kekuasaan dan krisis nurani yang memalukan,” ujar Reza.
Ia menegaskan bahwa solidaritas umat harus berjalan melalui langkah damai dan konstitusional.
Langkah tersebut bertujuan membantu umat Islam yang menghadapi konflik kemanusiaan.
Panitia membuka kegiatan ini untuk masyarakat umum.
Panitia juga mengundang jamaah dari berbagai daerah di Jakarta.
Selain istighosah, panitia akan menggelar buka puasa bersama.
Kegiatan tersebut menjadi simbol persatuan umat Islam selama bulan Ramadhan.
Panitia berharap kegiatan ini memperkuat solidaritas sosial antarjamaah.
Selain itu, panitia juga berharap doa bersama dapat membawa kedamaian bagi dunia.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan menunjukkan kepedulian terhadap konflik kemanusiaan.
Pada saat yang sama, umat juga dapat mempererat persatuan dan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
“Baca Juga: Tips Buka Puasa Sehat Ala Ade Rai Saat Ramadhan“