
Iran Klaim Serang Kapal Tanker AS di Teluk Persia
koranindonesia.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim serangan terhadap kapal tanker milik Amerika Serikat.
Televisi pemerintah Iran melaporkan serangan tersebut pada Kamis, 5 Maret 2026.
Laporan itu mengutip pernyataan dari pasukan angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Menurut laporan tersebut, pasukan IRGC meluncurkan serangan pada pagi hari di wilayah utara Teluk Persia.
Pernyataan resmi IRGC menyebut sebuah kapal tanker Amerika Serikat terkena rudal di kawasan tersebut.
Akibat serangan itu, kapal tanker dilaporkan mengalami kebakaran di bagian tertentu.
Namun hingga saat ini, pihak internasional belum dapat memastikan kebenaran klaim dari Iran.
Karena itu, sejumlah otoritas maritim masih mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
“Baca Juga: Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Pekan Depan“
Selain melaporkan serangan, IRGC juga menegaskan kekuatan militernya di kawasan Teluk.
Pasukan tersebut menyatakan memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.
Selat Hormuz memiliki peran penting bagi perdagangan energi dunia.
Jalur laut itu menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.
Selain itu, kapal tanker dari banyak negara menggunakan jalur ini untuk mengirim minyak mentah.
Karena itu, setiap ketegangan di wilayah ini sering memicu kekhawatiran pasar energi global.
Banyak negara juga memantau perkembangan di Selat Hormuz dengan sangat serius.
Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) merilis laporan awal tentang insiden tersebut.
UKMTO menerima laporan dari kapten kapal tanker yang berada di wilayah Teluk utara.
Menurut laporan itu, kapten kapal mendengar ledakan besar di sisi kiri kapal.
Kapten tersebut juga melihat sebuah perahu kecil meninggalkan lokasi kejadian.
Peristiwa itu terjadi di perairan yang berada dekat wilayah Kuwait.
Selain itu, petugas kapal juga menemukan tumpahan minyak dari tangki kargo kapal.
Tumpahan minyak itu berpotensi memicu dampak terhadap lingkungan laut.
Namun laporan awal menyebut kapal tidak mengalami kebakaran besar.
Selain itu, seluruh awak kapal dilaporkan berada dalam kondisi aman.
Insiden ini kembali menambah ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Wilayah tersebut memiliki peran penting dalam sistem perdagangan energi global.
Banyak kapal tanker melewati kawasan ini setiap hari untuk mengangkut minyak.
Karena itu, gangguan kecil sekalipun dapat memengaruhi pasokan energi dunia.
Selain itu, pasar energi global biasanya langsung merespons setiap insiden di wilayah ini.
Sampai saat ini, berbagai pihak masih memantau perkembangan situasi di Teluk Persia.
Otoritas internasional juga terus mengumpulkan informasi tambahan mengenai insiden tersebut.
“Baca Juga: Kemenkes Targetkan Kematian Kanker Payudara Turun“