Banner sumsel

IPW Sebut Pengembalian Deputi Penindakan ke Polri Bentuk Kelelahan Ketua KPK

JAKARTA,koranindonesia- Indonesia Police Watch (IPW) menyebutkan pengembalian Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Polri dinilai sebagai bentuk kalahnya Ketua KPK atas manuver di dalam tubuh KPK.

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan pada dasarnya pengembalian anggota kepolisian yang berada di KPK adalah sesuatu yang biasa, meski Neta menekankan semua itu harus transparan.

Dikatakannya ini harus transparan dan dijelaskan pimpinan KPK terhadap masyarakat agar masyarakat bisa lebih paham.

“Sehingga masyarakat paham terhadap kondisi internal KPK yang sesungguhnya, mengingat lembaga anti rasuah itu dibiayai negara dari pajak rakyat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Selasa (30/04/2019).

Dirinya mengimbau pimpinan KPK harus menjelaskan penilaian terhadap deputi penindakan tersebut sebelum memulangkannya, karena sebelumnya pemulangan deputi penindakan itu berawal dari surat terbuka sejumlah orang di internal KPK. Dinilainya gejolak di dalam tubuh KPK harus segera diselesaikan untuk mencegah kegaduhan yang semakin meluas di dalam tubuh KPK.

Bahkan Komisi III DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan atas KPK harus turun tangan untuk permasalahan ini. Salahsatunya dengan membahas permasalahan ini agar mendapat akar masalah pengembalian tersebut.

“Komisi 3 DPR yang berfungsi mengawasi kinerja KPK perlu memanggil semua pimpinan KPK untuk menjelaskan aksi cakar-cakaran di internal KPK ini,” terangnya.

Ditegaskannya jika kondisi internal KPK penuh dengan intrik politik, masyarakat pun akan mempertanyakan upaya pemberantasan korupsi yang benar seperti apa. Ia mengingatkan, KPK dibentuk atas dasar ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri dan Kejaksaan.

“Jadi harus dapat diselesaikan, agar kepercayaan masyarakat terhadap KPK dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya. (erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.