Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Intervensi Rumah Sakit, Mer-C Sebut Walikota Bogor Tidak Beretika

JAKARTA, koranindonesia.id – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), tim medis independen yang menangani swab test Habib Rizieq Shihab (HRS), mengecam tindakan Walikota Bogor Bima Arya yang dinilai mengintervensi rumah sakit dan tidak beretika.
Pasalnya, Bima mengancam akan mendatangi RS Ummi Bogor, bahkan akan menggugatnya, jika menolak melakukan swab test HRS, dan menolak mengungkap kondisi medis imam besar FPI itu.

“MER-C mengirim Beliau (HRS) untuk beristirahat di RS, namun Beliau mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari Walikota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja, sehingga mengganggu pasien yang sedang beristirahat,” kata Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad dalam keterangan tertulis, Minggu (29/11/2020).

Ia menilai Bima Arya juga tidak beretika dalam memublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan di masyarakat.

Sarbini mengingatkan Bima agar mempelajari etika kedokteran, dimana tim medis harus menghargai hak pasien untuk menerima atau menolak upaya pemeriksaan dan pengobatan tanpa intervensi atau tekanan dari publik.

Ia meminta pria yang juga menjabat Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Bogor itu mempercayakan penanganan HRS kepada rumah sakit dan tim medis yang mengetahui langkah yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

“Saat ini semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan,” tuturnya.

Sarbini menambahkan, keluarga HRS merupakan pihak yang berwenang untuk menyampaikan kondisi kesehatan, dan kewenangan tersebut juga tak dimiliki oleh rumah sakit ataupun dokter.

Sebelumnya, Bima Arya mengungkap bahwa HRS tengah dirawat di RS Ummi karena kelelahan, dan kemudian mengatakan mendengar kabar bahwa FPI itu menolak diswab.

“Kota Bogor itu wilayah tugas saya. Karena itu, saya akan mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi, mengapa menolak (diswab),” ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menjelaskan, HRS kelelahan karena sejak tiba dari Arab Saudi pada 10 November lalu, HRS melakukan serangkaian kegiatan yang menguras energinya. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.