Banner pemprov Sumsel

Integrasi LRT-BRT-Damri Belum Dongkrak Penumpang

PALEMBANG, koranindonesia.id – Integrasi moda tranportasi publik antara Bus Rapit Transit (BRT) – Light Rail Transit (LRT) – Damri sudah berjalan kurang lebih 2 bulan, namun dari hasil evaluasi belum ada pengaruh signifikan terhadap peningkatan penumpang.

Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Antony Rais mengatakan, setidaknya ini didasari dari data penumpang BRT yang terkoneksi integrasi di 6 koridor yang sudah beroperasi.

“Sejauh ini penumpang yang berada di koridor integrasi belum ada peningkatan signifikan, masih sama seperti sebelumnya penumpangnya itu-itu saja,” katanya.

Dijelaskan Antony, evaluasi pihaknya untuk data penumpang berdasarkan bulan sebelumnya rata-rata penumpang di 6 koridor yang terintegrasi sekitar 200 penumpang per bulan. “Kita juga baru berjalan hitungan bulan, masih berproses karena memang butuh waktu untuk membangun sistem transportasi publik,” ujarnya.

Pada dasarnya adapun upaya berintegritasinya BRT – LRT, Dengan catatan total penumpang pengguna BRT rata – rata 340 ribu per bulan,maka dengan adanya integrasi dapat turut mendongkrak penumpang LRT.

“Hanya saja kembali lagi ke penumpang mau mengunakan apa tidak. Masalah kita bagaimana mengalihkan pilihan penumpang untuk bisa memanfaatkan ini, itu hal sulit, karena pengalaman kita saja di awal penggunaan Trans Musi pengguna sulit menerima dan pindah dari bus kota atau angkutan kota lainnya ke BRT. Intinya kita butuh waktu untuk mengubah gaya bertransportasi masyarakat,” jelasnya.

Karenanya,  upaya terus dilakukan termasuk penambahan koridor baru untuk integrasi. “Koridor baru asrama haji, bus sudah siap tinggal operasional,” katanya.

Dengan adanya penambahan koridor baru total akan ada 7 koridor, dimana setiap masing koridor di siagakan 2 BRT yang di fungsikan sebagai fedeer (pengumpan) ini, jika penumpang semakin tinggi nanti, maka armada siap.

Sedangkan evaluasi harga, Antony menegaskan, tidak ada karena penetapan harga integrasi sudah sangat meringankan penumpang dengan Rp7.000 untuk BRT – LRT atau Rp12.000. Integrasi BRT – LRT – Damri.

“Tarif sudah sangat gila-gilaan subsidinya, jadi belum meningkatnya penumpang kita lihat bukan permasalahan di tarif juga, tapi proses mengubah kebiasaan/gaya transportasi tadi,” jelasnya.

Terpisah Humas PT KAI,  Aida menambahkan, adanya tiket integrasi antara LRT – BRT – DAMRI sejak 22 Februari 2019 lalu adalah salah satu upaya memberikan kemudahan bagi masyarakata untuk menggunakan transportasi publik, sehingga masyarakat mempunyai pilihan dalam bertransportasi.

“Sebagai operator, PT KAI memandang integrasi ini akan memberikan pilihan bagi masyarakat penumpang LRT,BRT dan DAMRI karena akan mewujudkan sistem transportasi publik yang memang perlu waktu dan proses serta dukungan semua pihak agar sistem transportasi publik ini dapat berjalan, sehingga masyarakat akan beralih menggunakan transportasi publik,” terangnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.