Banner sumsel

Insiden Pembakaran Bendera Tauhid, Yusril : Jokowi Jangan Diam Saja

JAKARTA, koranindonesia.id – Presiden Jokowi diminta tidak diam terkait insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan anggota Banser di Garut beberapa waktu lalu.

Menurut Pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Yusril Ihza Mahendra, orang nomor satu di Indonesia itu, harus turun langsung menengahi persoalan pembakaran bendera tauhid yang belakangan berujung polemik di level nasional.

Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia ini juga menyarankan, agar persoalan tersebut diselesaikan secara musyawarah, bukan langsung melalui jalur hukum atau dipidanakan.

“Presiden tentu dapat menengahi masalah ini, dengan mengajak para ulama dan tokoh-tokoh Islam untuk mencari penyelesaian bersama,” kata Yusril melalui keterangan pers, Minggu (28/10/2018).

Yusril menjelaskan, menurut pengakuan Jubir HTI Ismail Yusanto sudah sangat jelas bahwa HTI tidak punya bendera.

Bendera bertuliskan kalimah tauhid di atas kain hitam itu dianggap sebagai bendera yang dulu digunakan Rasulullah, SAW sehingga bisa digunakan umat Islam di mana saja.

Selain itu, lanjut Yusril, penjelasan MUI juga cukup terang bahwa pada bendera yang dibakar itu tidak ada tulisan HTI.

“Bendera (lambang) Bulan Bintang ya bisa digunakan siapa saja, dan itu tidak otomatis Bendera Partai Bulan Bintang” kata Yusril yang juga Ketua Umum PBB itu.

Menurutnya, bendera berlambang Bulan Bintang itu hanya bisa dianggap Bendera PBB jika ada tulisan Partai Bulan Bintang.
(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.