Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Inilah Aktor Utama Kerusuhan Berbau SARA di Swedia

 

SWEDIA, koranindonesia.id – Kerusuhan meletus di kota Malmop, Swedia, pada Jumat (28/8) usai kelompok sayap kanan membakar Al-Qur’an dalam protes anti-Islam. Mereka membakar dan melemparkan benda-benda ke aparat penegak hukum dan petugas penyelamat.

Menurut laporan otoritas, setidaknya 3 orang ditangkap lantaran diduga menyebarkan kebencian terhadap kelompok etnis di lingkungan yang mayoritas penduduknya adalah migran di Swedia.

Yang membuat ratusan orang marah adalah anggota partai sayap kanan Denmark Stram Kurs (Garis Keras) membakar Al-Qur’an di Malmo pada hari itu. Tindakan islamofobia dengan menendang dan membakar Al-Qur’an memicu ratusan orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Namun, situasinya memanas saat petasan dinyalakan dan berbagai benda dilemparkan ke polisi. Situasi akhirnya menjadi tenang beberapa jam setelah tengah malam dan penduduk di kawasan itu membantu membersihkan jalan.

Kerusuhan meletus di kota Malmo, Swedia, pada Jumat (28/8) usai kelompok sayap kanan membakar Al-Qur’an dalam protes anti-Islam. Mereka membakar dan melemparkan benda-benda ke aparat penegak hukum dan petugas penyelamat.

Menurut laporan otoritas, setidaknya 3 orang ditangkap lantaran diduga menyebarkan kebencian terhadap kelompok etnis di lingkungan yang mayoritas penduduknya adalah migran di Swedia.

Yang membuat ratusan orang marah adalah anggota partai sayap kanan Denmark Stram Kurs (Garis Keras) membakar Al-Qur’an di Malmo pada hari itu. Tindakan islamofobia dengan menendang dan membakar Al-Qur’an memicu ratusan orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Namun, situasinya memanas saat petasan dinyalakan dan berbagai benda dilemparkan ke polisi. Situasi akhirnya menjadi tenang beberapa jam setelah tengah malam dan penduduk di kawasan itu membantu membersihkan jalan.

Paludan merupakan pengacara sekaligus politisi yang dikenal antiimigran, anti-Muslim, dan rasis. Sejumlah laporan media pun menganggapnya sebagai provokator. Pria Denmark ini juga berulang kali mendapat sorotan negatif lantaran membuat dan mengunggah video islamofobia di YouTube.

Video itu antara lain menunjukkan pembakaran Al-Qur’an yang terkadang dibungkus dengan daging babi. Meski menggunakan ‘tameng’ kebebasan berbicara, pria 38 tahun itu dihukum pada bulan Juni atas tuduhan rasisme usai mengunggah video anti-Islam di akun media sosial resmi partainya. Tak hanya hukuman penjara, ia juga dilarang melakukan praktik hukum selama 3 tahun dan SIM-nya dibekukan selama 1 tahun.

Tak hanya di Denmark dan Swedia, sentimen anti-Islam juga telah menjalar ke Norwegia, di mana kelompok Stop Islamization of Norway (SIAN) melakukan aksi perobekan Al-Qur’an pada sabtu (29/8). Aksi ini pun berujung bentrokan setelah mendapat perlawanan dari kelompok antirasisme. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.