Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Ini Perkembangan Kasus Cristiano Ronaldo Musuh Kathryn Mayorga Berlanjut

JAKARTA, koranindonesia.id – Kasus Cristiano Ronaldo dengan Kathryn Mayorga, wanita yang mengaku diperkosanya, masih berlanjut. Begini perkembangannya.

Ronaldo sedang terlilit kasus hukum dengan Kathryn, wanita yang mengaku diperkosa di Las Vegas 10 tahun lalu. Tahun lalu, hakim sempat mengatakan tidak ada bukti penyerang Juventus itu melakukan kekerasan seksual.

Kathryn kemudian mengajukan tuntutan lagi kepada Ronaldo. Kini, ia mengajukan tuntutan terkait validitas surat perjanjian dan uang tutup mulut yang diterimanya sebesar 375 ribu dollar AS pada 2010. Kathryn menuntut ganti rugi.

Gugatan itu sempat ditangani Hakim AS, Daniel Albregts, dan mengatakan kasusnya harus dibawa ke Hakim yang lebih tinggi. Kemudian, baru bisa diputuskan apakah gugatannya bisa dilakukan di sidang terbuka atau diselesaikan secara pribadi.

Pihak kuasa hukum Ronaldo kemudian meminta agar gugatan itu tak dilakukan di sidang terbuka atau diselesaikan secara pribadi. Hakim Albregts kemudian memutuskan tidak akan membawa kasus ini ke sidang terbuka.

Namun, seperti dilansir Guardian, kasus itu akan tetap dibawa ke sidang di hadapan hakim federal di Nevada, sesuai putusan terbaru yang dikeluarkan pada 30 September lalu.

Hakim Distrik AS Jennifer Dorsey mengatakan, dia akan mendengar argumen dan memutuskan sendiri apakah Kathryn sehat secara mental dalam menandatangani perjanjian tutup mulut dengan Ronaldo.

Sebelumnya, pengacara Kathryn, Leslie Mark Stovall, mengatakan kliennya memang ketidakmampuan belajar sejak kecil, sehingga bisa ditekan perwakilan Ronaldo dan tidak memiliki kapasitas hukum untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan.

“Pengadilan harus memutuskan apakah Mayorga memang tidak memiliki kapasitas secara mental untuk menyetujui kesepakatan penyelesaian,” tulis Dorsey.

Belum ada tanggal yang ditetapkan. Pengacara Ronaldo, Peter Christiansen, menolak berkomentar, begitu juga dengan pengacara Kathryn. Hakim Dorsey sendiri memberi waktu kepada kedua belah pihak hingga akhir November untuk menyetujui rencana sidang pengadilan.

(MT) 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.