Banner sumsel

Ini Penjelasan Mengapa Cuaca Panas dan Terik Beberapa Hari Terakhir

JAKARTA,koranindonesia.id-Cuaca panas dan terik melanda Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang dirasakan beberapa hari ini terakhir. Merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, kemarin (18/5/2019) mengatakan kejadian cuaca panas dan terik seperti sekarang lebih sering terjadi pada pada bulan-bulan puncak musim kemarau.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, meliputi :

  • Gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa (sekitar tanggal 22-23 September berada tepat di atas khatulistiwa, sehingga radiasi matahari yang masuk cukup optimum. Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 34.0 – 37.5 °C (masih dalam kisaran normal suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34.0 – 37.5 °C)

 

  • Aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah selatan khatulistiwa terutama di sekitar Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini ditandai dengan adanya kelembaban udara yang < 60% di ketinggian 3.000 m dan 5.000 m dari permukaan. (rel)

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.