Banner Pemprov 2020
Banner september

Ini Lima Juara di Enam Seri, MotoGP 2020 Ketat dan Sulit Ditebak

JAKARTA, koranindonesia.id – Balapan MotoGP 2020 jadi yang paling ketat sejak sistem 25 poin untuk juara seri diperkenalkan pada 1993 silam. Setidaknya pemandangan itu yang terlihat hingga enam seri yang telah berlangsung.

Dilansir koranindonesia.id dari as.com, Andrea Dovizioso menempati puncak klasemen sementara dengan 76 poin. Pembalap Ducati itu unggul enam poin atas Fabio Quartararo dari enam seri yang sudah berlangsung.

Jarak dua pembalap teratas dengan para pembalap yang berada di posisi papan tengah juga tidak jauh. Dovizioso hanya unggul 28 poin atas Miguel Oliveira yang menempati posisi ke-10 klasemen pembalap.

Oliveira saat ini mengoleksi 48 poin. Koleksi poin pembalap asal Portugal itu melesat usai keluar sebagai juara MotoGP Styria.

Keberhasilan Oliveira jadi juara seri sama dengan yang ditorehkan Dovizioso. Pembalap berusia 32 itu keluar sebagai pemenang di MotoGP Austria.

Di luar itu, Dovizioso finis ketiga di MotoGP Spanyol, kelima di MotoGP Andalusia, kesebelas di MotoGP Republik Ceko, kelima di MotoGP Styria, dan hanya finis ketujuh di MotoGP San Marino. Sementara dua seri awal MotoGP 2020 jadi milik Quartararo yang belakangan performanya merosot drastis.

Quartararo jadi satu-satunya pembalap di musim ini yang bisa menjuarai dua seri. Sisanya bergantian dimenangi oleh Brad Binder, Dovizioso, Oliveira, dan yang paling anyar Franco Morbidelli.

Persaingan ketat di klasemen pembalap ini membuat peta persaingan meraih gelar juara dunia MotoGP 2020 sulit ditebak. Hal ini lantaran tidak ada pembalap yang bisa tampil dominan di setiap seri seperti Marc Marquez.

“Tidak ada yang favorit untuk memenangi kejuaraan ini. Mungkin terlihat tidak ada satupun yang ingin memenanginya, tetapi faktanya semua pembalap ingin mendapatkannya,” ujar Morbidelli.

“Tahun ini persaingan begitu kompetitif dan luar biasa dibandingkan tahun lalu. Ada banyak pilihan ban yang berbeda dan ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Francesco Bagnaia yang berada di posisi ke-14 klasemen pembalap menimpali.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.