Ini Kisah Sedih, Keluarga Dua Warga Lubuklinggau Korban Lion Air JT-610

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Pesawat Lion Air type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT-610 yang terbang dari Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak, Senin (29/10/2018) sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada pukul 07.10 WIB. Sebelumnya, pesawat Lion Air sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

Dalam peristiwa nahas tersebut, ternyata ada dua warga Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel) yang diduga turut menjadi korban, yaitu Muhammad Rapi Andrian warga Jalan Kaswari No 138, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II dan Riyan Aryadi (23) putra kedua pasangan Abdurahman dan Yatini, warga Jalan Wirakarya No. 22, Kelurahan Wirakarya, Kecamatan, Lubuklinggau Timur II yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat (Jabar).

Paman korban M Rapi Andrian, Fikri (45) mengatakan, dirinya mendapat informasi pertama kali melalui sambungan telepon dari ibu dan ayah korban, pada Senin (29/10) subuh tadi. Kemudian melihat berita di televisi, dan langsung mendatangi kediaman ibu dan ayah korban.

“Setelah kami cek dan dibantu keluarga yang berada di Jakarta. Benar, ada nama M Rapi Andrian itu penerbangan Lion Air JT-610, berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Pesawat pertama kalo tidak salah terbang hari ini,” ujarnya ditemui di rumah korban.

Pihaknya, bersama keluarga besar korban M Rapi Andiran lainnya, kata Fikri, hingga saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut, terkait perkembangan informasi jatuhnya pesawat Lion Air tersebut.

“Saat ini kedua orang tuanya sedang melakukan keberangkatan melalui Bandara Silampari Lubuklinggau, sejak sekitar pukul 14.00 WIB lalu menuju lokasi kejadian, untuk memastikan dan melihat kondisi di tempat kejadian. Kami masih berharap menuggu berita baik untuk keluarga kami. Atau masih berharap keponakan kami itu selamat,” ungkapnya.

Dijelaskan Fikri lagi, keponakannnya itu bekerja di perusahaan timah di Bangka. Kebetulan berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang bersama temannya satu kantornya, untuk tujuan dinas.

“Ada dua orang yang dari Lubuklinggau, satunya sopirnya dia kalau tidak salah atas nama Riyan (Riyan Riyandi). Mereka sama-sama berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang,” paparnya.

(FOTO/REPRO)

Sementara itu, ibu dari korban Riyan Riyandi (23), Yatini mengatakan, bahwa ia mendapatkan informasi pertama dari temannya sekitar pukul 12.00 WIB, siang tadi. “Anak saya itu bekerja di PT Timah di Pangkal Pinang sejak 6 bulan lalu. Tidak tahu berangkat ke Jakarta itu, disuruh bosnya atau berangkat sendiri,” paparnya.

Ia juga menceritakan, bahwa ia terakhir berkomunikasi dengan putranya itu melalui pesan singkat, tadi malam, yang mengaku tengah menonton pertandingan langsung sepakbola, antara Timnas Indonesia U -19 vs Jepang U -19 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, malam tadi, Riyan sms-an dengan adiknya yang paling kecil, ngasih tau kalau dia (Riyan) lagi nonton bola. Kemudian, Adiknya jawab, bahwa ia sama ayahnya juga sedang nonton bola di TV. Terus melalui sms juga saya katakan kenapa Riyan tidak pernah nelpon, sudah sombong. Riyan jawab memang sedang sibuk bekerja,” tuturnya.

Ia mengatakan, anaknya  (Riyan) terakhir pulang ke Lubuklinggau sekitar Agustus silam, tepatnya untuk merayakan Idul Adha bersama keluarganya di Lubuklinggau. Saat pulang itu, tidak ada cerita yang macam-macam, cuma menceritakan masalah pekerjaannya saja.

“Dia (Riyan) merasa nyaman dengan pekerjaannya. Makanya dia ingin berangkat kerja lagi, karena alasan nyaman tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yatini menjelaskan, keseharian Riyan dikenal cukup baik. Karena Riyan sangat Hobi bermain sepakbola dan futsal.

“Dia itu hobi sepakbola dan futsal. Barcelona klub idolanya. Di September kemarin bertepatan dengan ulang tahun adiknya sempat nelpon juga. Riyan berpesan ke adiknya, mau dibelikan kado apa?. Pas kenaikan kelas Riyan berjanji akan membelikan sepatu sekolah adiknya yang masih duduk di kelas 3 SD. Sekarang suami saya (Abdurrahman) sudah berangkat ke TKP, naik pesawat dari Bandara Silampari,” tandasnya.

(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.