Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Ini Kata Anies Baswedan Soal Denda Bagi Yang Menolak Divaksin

JAKARTA, koranindonesia.i- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan bicara detail soal sanksi yang diberikan kepada warga penolak vaksin COVID-19.

Diketahui, sanksi terhadap penolak vaksin diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan COVID-19. Di mana warga yang menolak bakal didenda Rp5 juta.

Kemudian, penolak vaksin tidak akan mendapat bantuan sosial (bansos). Hal itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 pada 9 Februari 2021.

Artinya, jika warga DKI menolak vaksin bakal didenda Rp5 juta sekaligus tidak mendapat bantuan sosial.

“Ini baru awal, wong yang bisa divaksin itu baru 1.500, jadi kalau saat ini di kita kan menawarkan,” kata Anies ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi tahan dua di Pasar Tanah Abang, Rabu (17/2/2021).

Anies mengatakan dengan melakukan metode penawaran vaksin, maka ada kemungkinan warga menolak dengan berbagai alasan. Meski begitu, Anies tetap ogah bicara denda walau dalam Perda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sanksinya sudah dijelaskan secara detail.

“Ditawarkan, kan diambil atau tidak kan,” ujarnya.

Dengan penjelasan yang diberikan Anies, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkesan tidak melakukan pemaksaan terhadap mereka yang keberatan divaksin. Padahal Anies sendiri mengakui bahwa vaksinasi efektif untuk mengurangi risiko penularan corona.

“Sekarang semuanya dimulai dengan anjuran untuk vaksinasi dan mereka mendaftar, kemudian dari situ dilakukan vaksinasi. Jadi kita pada fase ini, fase mengundang dengan harapan ini bisa membantu untuk mencegah keterpaparan,” tuturnya.

Merasa terdesak dengan pertanyaan soal denda vaksin kepada warga yang menolak diimunisasi pakai vaksin buatan Cina itu, Anies kemudian memberi jawaban bernada candaan.

“Andini (pewarta) mau cari kutipan ya. cukup ya,” katanya sambil terkekeh.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.