Ini Alasan Kaum Millenials Jadi Sasaran Road Safety Festival

BATURAJA, koranindonesia.id – Menekan angka kecelakaan lalulintas dan meningkatkan tertib lalulintas, Sat Lantas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) menyentuh generasi millenials.

Sosialisasi langsung mendatangi sekolah-sekolah yang ada di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang itu, sekaligus melaksanakan rangkaian kegiatan Milenials Road Safety Festival, yang puncaknya akan digelar 10 Maret mendatang.

Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kasat Lantas Polres OKU AKP Adik Listiyono SIK  dibincangi wartawan, Kamis (14/2/2019) menjelaskan, mengapa sosialisasi tertib berlalulintas dan keselamatan berlalu lintas melibatkan kaum millenials ini karena, anak didik sekolah adalah usia produktif untuk menekan angka kecelakaan di kalangan kaum millenial yakni usia 17-35 tahun.

“Karena kebanyakan memang korban-korban kecalakaan usia millenial yakni usia 17-35 tahun. Penyebabnya karena usia muda dalam berlalulintas, belum bisa mengontrol emosi, dan belum memiliki SIM sehingga belum memahami prosedur berlalulintas,” paparnya.

Dikatakan Kasat Lantas belum bisa memgontrol emosi, misalnya masih sering mengebut dan menikung sembarangan saat berkendaraan. Bahkan juga terkadang melawan jalur. Bukan hanya usia muda, usia tua  juga mempengaruhi kecelakaan lalulintas. “Makanya kita kontrol dengan kesehatan untuk membuat atau memperpanjang SIM. Khusus untuk yang buta warna tidak bisa membuat SIM,” kata Andi.

Cara menyampaikan sosialisasi tertib dan keselamatan berlalulintas kepada muda-mudi atau kaum millenials ini kata Adik, mereka memiliki cara sendiri. Pihaknya mengikuti keinginan dan kebiasaan millenials. “Harapan agar sosialisasi masuk dan benar-benar sampai kepada mereka, kita ikuti keinginan mereka. Kita ikuti cara mereka. Misalnya memberikan hiburan dan sebagainya,” papar Adik.

Bahkan pihaknya juga sudah melakukan lomba sepatu roda. Lomba modifikasi sepeda motor, serta aksi freestyle merupakan bagian dari Millenial Road Safety Festival. “Lomba modifikasi motor serta lomba yang dikuti oleh 125 peserta dan balap sepatu roda (Roller Skate) sudah kita lakukan,” imbuhnya pula.

Lebih lanjut Kasat Lantas menjelaskan, dengan adanya sosialisasi ini cukup baik dampaknya. Pelanggaran lalulintas yang dilakukan remaja menurun hingga mencapai 70%.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.