Banner Pemprov 17 Agustus

Ini Alasan Dua Pelaku Nekat Membunuh dan Mencabuli Pendeta Cantik

PALEMBANG, koranindonesia.id – Selain motif dendam karena merasa telah dihina dengan sebutan ‘Jelek’, dua pemuda yang tercatat sebagai penghuni Base Camp PT PSM Divisi 4, Dusun Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel) bernama Nang (20) dan Hendri (18) nekat menghabisi nyawa Melindawati Zidemi (24), dengan mencekik leher, memukul menggunakan balok, dan mencabulinya saat melintas di Perkebunan Sawit Blok F 19 Divisi 3 PT PSM Sungai Baung, karena korban sempat mengenali salah satu pelaku.

“Motifnya tidak lain dendam, karena dia merasa terhina oleh korban dengan dikatakan ‘Jelek’. Pelaku ini menyimpan perasaan dengan korban, namun ditolak korban. Lalu, kedua tersangka menyusun rencana dengan menghadang korban saat hendak pulang. Dengan memalangkan balok, korban dicekik dan diseret ke dalam kebun. Sesampainya di lokasi, mereka mencabuli korban. Dikarenakan korban sempat menarik topeng dan mengenal pelaku, akhirnya mereka sepakat menghabisi nyawa korban, Senin (25/3) pukul 16.30 WIB,” papar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada sejumlah wartawan, di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Ditambahkan Zulkarnain, memang setelah terungkap kasus pembunuhan pendeta cantik ini, anggota Jatanras, Polres OKI dan Polsek Air Sugihan mengamankan empat orang, namun hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, mengingat adanya bukti dan keterangan saksi kunci, Nita Pernawan (9).

“Hanya delapan jam menyelidiki pelakunya dan mengali keterangan mereka. Akhirnya terkuak, misteri pembunuhan disertai pencabulan biarawati ini. Memang, sempat dinyatakan ada kerusakan di alat kelamin korban, namun dugaan pemerkosaan itu tidak terjadi, itu menurut dokter forensik kita, RS Bhayangkara,” tambah orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

Jendral berpangkat bintang dua ini masih terus mengembangkan kasus ini, untuk mengetahui apakaj kedua tersangka terlebih dahulu mengkonsumsi narkoba sebelum menghabisi nyawa korban. “Kita masih gali terus, jika ada arah kesana pasti akan kami kabarkan. Yang pastinya, tersangka ini akan kami jerat dengan pasal pembunuhan berencana sesuai pasal 340 jo 365 jo 285 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Karena bermotif dendam, serta barang bukti balok, cukup mengantarkan buruh perkebunan sawit ini, ke balik jeruji tahanan,” pungkasnya.

(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.