Banner Pemprov 2020
Banner september

Indonesia-Australia Dorong Kerja Sama Kesehatan Via Lembaga Penelitian

JAKARTA, koranindonesia.id – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, pada Kamis, menyatakan bahwa Indonesia dan Australia mendiskusikan penguatan hubungan bilateral di bidang kesehatan, khususnya melalui kerja sama antara lembaga penelitian kedua negara.

Hal itu berdasarkan pembicaraan telepon Menlu RI dengan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, yang menyertakan kemungkinan kerja sama antara Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dari Indonesia dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) dari Australia.

“Australia juga ingin memperkuat kerja sama antara lembaga penelitian […] untuk peningkatan kapasitas, termasuk di bidang vaksin. Tentu keinginan ini akan ditindaklanjuti melalui pembicaraan langsung antara CSIRO dan Eijkman Institute,” kata Retno.

Lembaga Eijkman saat ini sedang mengembangkan vaksin Merah Putih untuk COVID-19, bersama dengan PT Bio Farma. Dalam keterangannya, 14 Agustus lalu, Bio Farma menyatakan bahwa vaksin tersebut diharapkan dapat digunakan pada 2022.

“Kami harapkan di awal 2021 sudah dapat serah terima bibit vaksin dari Eijkman, dan kemudian akan dilakukan pengembangan lebih lanjut di Bio Farma,” kata Manajer Senior Riset dan Pengembangan PT Bio Farma Neni Nurainy ketika itu.

Sementara CSIRO, bersama rekan pengembangan vaksin COVID-19 di Australia–Universitas Queensland dan perusahaan bioteknologi CSL, pada pertengahan Juli lalu telah memulai uji coba vaksin kepada manusia.

“Kepakaran CSIRO adalah menerjemahkan riset biomedis menjadi produk komersial dengan menggunakan sains dan teknologi kelas dunia,” kata dr. Susie Nilsson, pemimpin kelompok biologi CSIRO, dalam pernyataan pers 13 Juli.

Kerja sama bidang kesehatan antara Indonesia dan Australia, khususnya di tengah kondisi pandemi COVID-19, tidak hanya terkait vaksin. Sebelumnya, pada 24 Juli, Pemerintah Australia menyerahkan bantuan 100 unit ventilator kepada Indonesia.

“Seluruh unit ventilator tersebut telah diterima, sementara peralatan pelengkapnya, menurut rencana, akan tiba bulan depan (September, red),” kata Menlu Retno menjelaskan.

(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.