Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Inalillahi, Waka MPR RI Minta Polisi Terbuka Soal Kematian Ustadz Maaher

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua (Waka) MPR RI, Hidayat Nur Wahid meminta pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan terbuka penyebab meninggalnya Soni Ernata atau Ustaz Maaher.
Meski Kuasa hukum Ustadz Maaher, Djudju Purwantoro, menduga kliennya itu meninggal karena sakit.
Hidayat Nur Wahid meminta hal tersebut agar kematian Ustaz Maaher tak menjadi fitnah dan opini sendiri dari pihak lain.
“Ust Maaher wafat di rutan Mabes Polri. InnaaliLlahiwainnaailaiHi rajiun. Agar tak jadi fitnah, penting pihak Kepolisian memberikan penjelasan terbuka(transparan) dan profesional soal sebab wafatnya Ust Maher.” tulis HNW dikutip, Selasa (9/2/2021).
Sementara Waka MPR RI lainnya, Arsul Sani sampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ustaz Maaher.
Ia berharap kesalahan yang dilakukan Ustaz Maaher dapat menjadi pelaj aran dan tidak diulangi lagi oleh pihak lainnya.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun… Kewajiban kita sebagai sesama muslim mendoakan semoga Almarhum mendapat maghfiroh dan kelapangan alam kubur. Kebaikannya kita lanjutkan… Hal yang dipandang salah tidak usah kita ulangi …. Lahul fatihah …..” tulis @arsul_sani.
Sebelumnya, Djudju mengatakan bahwa Ustad Maaher meninggal karena sakit parah dan dirawat di RS Polri. Kemudian dibawa kembali ke Rutan Bareskrim meskipun belum sembuh total.
“Seperti di berita berita itu meninggalnya karena sakit. Sekitar seminggu lagi baru kembali ke RS Polri abis perawatan,” ucapnya.
“3 hari lalu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hari Kamis saya sudah kirimkan surat agar yang bersangkutan kembali dirawat di RS UMMI Bogor atas permintaan keluarga,” tambah dia.
Jenazah Ustaz Maaher langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada pukul 20.00 WIB.
“Sekitar jam 8 sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” sambungnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.