Banner Pemprov 17 Agustus

Imigrasi Soetta Catat 235 Kasus Kehilangan Paspor Selama 7 Bulan 

 

JAKARTA,koranindonesia.id– Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hata (Soetta) mencatat sebanyak 235 kasus kehilangan paspor terhitung selama 7 bulan atau Januari – Juli 2019.

Kabid Teknologi Informasi & Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta Arvin Gumilang mengatakan hingga Juli 2019, pihaknya mencatat sebanyak 235 kasus kehilangan paspor. Dirincikannya paspor yang dilaporkan dan masih berlaku sebanyak 176 kasus. Sementara paspor yang masa berlakunya telah habis dan dilaporkan hilang sebanyak 59 kasus. Kasus kerusakan paspor sebanyak 70 kasus.

“Masyarakat yang kehilangan paspor dikenakan denda sebesar Rp 1 juta ditambah dengan biaya pembuatan paspor baru. Sedangkan denda paspor rusak sebesar Rp 500 ribu,” ungkapnya kepada koranindonesia.id, Selasa (13/08/2019).

Dijelaskannya untuk masalah denda telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan telah berlaku sejak Mei 2019.

“Untuk mendapatkan kembali paspor baru setelah kehilangan, masyarakat harus melampirkan bukti laporan kehilangan dari Kepolisian dan menjalani pemeriksaan (BAP) oleh petugas keimigrasian,” terangnya.

Masyarakat yang kehilangan paspor untuk dapat  memperoleh paspor baru, nantinya akan duat dari hasil BAP. Contohnya kalau kehilangan paspor karena musibah tidak akan lama prosesnya.

“Namun, apabila hilang karena kelalaian, permohonannya bisa saja ditangguhkan sampai 6 bulan lamanya,” tegasnya.

Dirinya pun mengimbau kepada pemegang paspor agar lebih hati-hati menyimpan dokumen perjalanan tersebut agar tidak rusak apalagi hilang. Sebab untuk mendapatkan paspir kembali bila hilang bisa memakan waktu sampai 6 bulan kedepannya.

“Jadi lama untuk mendapatkan paspor kembali, karena kami akan kroscek BAP nya dengan teliti,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.