Banner sumsel

Imigrasi Awasi Warga Keturunan India di Palembang

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kantor Imigrasi Klas 1A  Palembang saat ini tengah melakukan pengawasan terhadap orang asing asal India, di sejumlah toko-toko milik keturunan warga India di Palembang, yang diduga memiliki identitas diri, yang menyalahi aturan.

Hal ini diungkapkan Kasi Intelejen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1A Palembang, Raja Ulul Azmi Syahwali, kepada koranindonesia.id, Rabu (28/11/2018).

Pengawasan ini, jelas Raja dilakukan karena pihaknya belakangan ini, banyak menerima laporan masyarakat yang mencurigai keberadaan warga asal India yang tengah berkunjung di ‘Kota Pempek’ ini.

Saat ini, kata Raja, tak hanya warga keturunan India, pihaknya juga rutin melakukan pengawasan di tempat-tempat lain, seperti di perusahaan-perusahaan dan tempat penginapan. Kantor Imigrasi Kelas 1 A Palembang menaungi dua kota dan empat Kabupaten, diantaranya Kota Palembang dan Prabumulih serta Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ili (OKI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).

“Kita menaungi beberapa kota di Sumsel, namun meskipun wilayah kita luas, kita tetap melakukan pengawasan orang asing di wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.

Sementara ini terangnya, imigrasi terus melakukan pengawasan dan menerima laporan dari masyarakat, baik itu melalui laporan yang masuk di Kantor Imigrasi ataupun dari aplikasi pengaduan, yakni Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

“Kita banyak menerima laporan, sementera ini terkait keberadaan orang asing yang berasal dari India yang kita duga izin visanya, tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Bagi masyarakat yang merasa melihat keberadaan orang asing dan meresahkan, diharapkan segera melaporkan langsung ke Kantor Imigrasi Palembang yang beralamat di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring Palembang atau melalui aplikasi pengaduan APOA.

“Kami harap keterbukaan dari masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan orang asing dan jangan seakan ditutup-tutupi,” ujarnya.

Masih dikatakannya, sepanjang 2018 Kantor Imigrasi Kelas 1 A Palembang rutin melakukan pengawasan serta mengamankan orang asing yang tidak memiliki izin visa lengkap.

Tercatat, pada November ini saja, pihak Imigrasi Kelas 1 A Palembang telah mengamankan sedikitnya sembilan orang asing, delapan diantaranya sudah dilakukan deportasi dan satu lagi saat ii, masih dalam tahap persidangan pro yustisia.

“Dari sembilan orang asing yang diamankan tersebut kebanyakan menyalahi izin, seperti penyalahgunaan izin tinggal, melebihi izin tinggal (over stay), dan Izin kunjungan melalui visa kunjungan, visa kerja, dan visa wisata. Kebanyakan diantara mereka adalah warga negara Malaysia dan Cina,” paparnya.

Dijelaskannya, hasil pengawasan yang dilakukan pihaknya pada 2018 ini justru, lebih sedikit jika dibandingka 2017 lalu, dimana ada sekitar 17 orang asing yang berhasil diamankan dan dideportasi pihaknya.

(den)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.