Banner sumsel

Ibu 2 Anak Lakukan Aksi Begal, Ini Modusnya

PALEMBANG,koranindonesia.Id– Sajiman (20) dan Diana Safitri (24) keduanya warga Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang tak dapat berkutik saat diamankan kediamannya masing-masing oleh Unit Reskrim Polsek SU I Palembang. Minggu (4/11/2018).

 

Keduaa sahabat ini diamankan petugas, karena terlibat dalam aksi begal, terhadap korbannya Dedi Setiawan (28) warga Jalan Sultan Lorong Kenangan Ujung Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, di depan sekolah Sampurna Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Kecamatan SU I Palembang, Rabu (31/11/2018) sekitar pukul 21.00 WIB dan berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Revo BG 4599 UD milik korbannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya petugas mengelandangnya keduanya ke Polsek SU I,  berikut barang bukti satu unit sepeda motor milik korban, sisa uang tunai hasil penjualan sepeda motor sebesar Rp 342 ribu dan satu lembar STNK sepeda motor milik korban.

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat membenarkan pihaknya berhasil mengamankan dua pelaku begal. “Ya, pelakunya ada 3 orang, kita berhasil mengamankan tersangka SJ dan DS. Mereka melakukan aksi begal,” katanya didampingi Panit Reskrim Ipda Sidik saat ungkap kasus dan barang bukti kepada awak media di halaman  Mapolsek SU I Palembang, Senin (5/11/2018).

Dijelaskan Mayestika, modus yang dilakukan pelaku ini dengan cara berkenalan dengan korbannya melalui media sosial (medsos) Facebook (fb). Setelah berkenalan, tersangka DN pun mengajak ketemuan korbannya untuk bertemu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dilanjutkannya, setelah di TKP, tersangka DN menyuruh korban untuk berhenti kemudian tersangka DN pun menelpon rekannya. Tak lama berselang datang 2 orang laki-laki yang lansung menodongkan senjata tajam (sajam) kearah leher korban,  setelah berhasil. Kedua pelaku langsung kabur membawa sepeda motor milik korbannya.

“Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap rekan tersangka berinisial A yang buron dan identitas sudah kita kantongi,” ungkap Mayestika.

Selain mengamankan kedua tersangka, lanjut Mayestika pihaknya juga turut mengamankan satu unit sepeda motor milik korban, sisa uang tunai hasil penjualan sepeda motor sebesar Rp 342 ribu dan satu lembar STNK sepeda motor milik korban.

Saat ini tersangka sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolsek SU I Palembang. “Atas ulahnya kedua tersangka akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,”  tegasnya.

Sementara, tersangka Diana saat ditemui di Mapolsek SU I Palembang mengaku sakit hati dengan korban hingga dirinya melancarkan aksi tersebut.

“Saya sakit hati pak, karena dia (Dedi) memeluk saya saat kami bertemu pertama kali di Kambang Iwak (KI), ” ujar single parent ini.

Diceritakannya, kalau ia sudah berkenalan dengan korban sejak satu  tahun terlahir melalui medsos fb.” Fb itu milik teman saya Pak, nama akun fbnya Seila Sera, temannya saya itu orang Lampung,” jelas ibu dua orang anak ini.

Diakuinya kalau ia sudah bertemu dengan korban sebanyak 3 kali. “3 kali Pak, pertama di KI dia memeluk saya, yang keduanya kami jalan dan dia berjanji mau kasih uang sama saya sebesar Rp 90 tapi tidak dikasi dan ketiganya saya melakukan aksi ini bersama dengan dua teman saya,”  terangnya.

 

Hal senada dikatakan Sajiman, ia mengatakan awalnya ia hendak berjualan di pasar induk Jakabaring. Namun ia ditelpon oleh A untuk meminta tolong untuk melakukan aksi begal.

“Awalnya tidak tidak mau, tapi dia memaksa dan kami sudah kenal lama jadi saya mau Pak,” ujar resedivis yang pernah mendekam di sel tahanan Pakjo Palembang tahun 2016 kasus pengeroyokan ini.

Diakuinya, perannya saat itu menodongkan sajam keleher korban. “Saya kalungkan sajam kelehernya pak, sementara A juga menodongkan sajam kearah lehernya juga Pak,”  pungkas pedagang pasar Induk Jakabaring Palembang ini. (anl)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.