Banner sumsel

Honorer di Muba Kecewa dengan Mekanisme Penerimaan CPNS Tahun Ini

MUSIBANYUASIN,koranindonesia.id–Forum Honorer (FHK2) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menolak keras, adanya upaya pihak Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi  (MenPAN-RB) untuk memperjuangkan peserta SKD tes CPNS 2018 yang sudah gagal tes dengan melakukan perangkingan sehingga menurunkan ambang batas nilai yang sudah ditentukan.

“Seharusnya jika peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes CPNS 2018 yang tidak memenuhi ambang batas sesuai PermenPAN-RB 37/2018, jangan dibuat PermenPAN-RB baru untuk meloloskan mereka ke tahap Seleksi Kompetensi  Bidang (SKB),” kata Ketua FHK2 Kabupaten Muba, Hasbullah SPd Senin (26/11/2018).

Ditambahkannya, jika itu memang terjadii, tentu sama saja menjalankan niat jahat. Harusnya yang tidak lulus biarkan saja seperti itu.

“Toh tidak ada CPNS umum juga diisi oleh honorer. Selama ini juga begitu kan?,” sindirnya.

Hasbullah Ketua Forum Horoner Muba, usai gelar aksi di Jakarta beberapa waktu lalu (foto:ist)

Menurut guru honorer disalah satu SMP di kota sekayu ini,  pemerintah tidak harus memaksakan pelamar umum yang tidak lulus tes masuk dalam SKB.

“Di sisi lain honorer yang mengisi kekosongan pegawai selama bertahun-tahun digaji murah, tidak diakomodasi menjadi PNS. Sayangnya, begitu rekrutmen CPNS dikasih orang lain, “grutuknya.

Dia mengungkapkan, seluruh honorer baik K2 maupun non K2 sakit hati dan kecewa atas perlakuan tidak adil ini.

“Honorer sakit hati atas perlakuan ini. Jika ingin citra kepala negara menjadi baik segera  benahi masalah honorer,” imbuhnya

Hasbullah menyebut,  harusnya pemerintah menegakkan keadilan, maksudnya, kalau memang ingin menurunkan Passing Grade,  maka pemerintah pusat  harus membuka data di tahun 2013 lalu karena banyak kawan-kawan yang mendapatkan nilai lebih dari 250.

“Lebih tinggi dari peserta CPNS yang mengikuti tes di tahun ini,” cetusnya.

Apabila itu terjadi, pemerintah menurunkan passing grade, itu sama saja membuka peluang korupsi, oleh sejumlah oknum yang tak bertanggung jawab Ini yang m menambah FHK2 Kabupaten Muba merasa sakit hati.

“Karena bisa saja oknum-oknum tertentu bermain, meminta sejumlah imbalan untuk memasukan peserta CPNS yang gagal,” tutupnya. (sts)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.