Banner pemprov juni

Home Industri Madu Oplosan Dibongkar Polisi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sebuah home industri madu oplosan yang berada di Jalan KI Gede Ing Suro, Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang berhasil dibongkar anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.

Polisi mengamankan dua orang tersangka Hengky Fadly (33) yang merupakan pemilik usaha madu oplosan dan Paharudin (44) yang meracik madu oplosan.

Keduanya dibekuk di kediaman masing-masing. Hengky di Jalan PDAM, Lorong Swadaya, Kecamatan IB I Palembang dan Paharudin di Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 13.00.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi mengatakan, terbongkarnya home industri madu oplosan berawal dari informasi masyarakat.

“Mendapati informasi tersebut, anggota kita langsung melakukan penyelidikan dan menggerebek gudang oplosan. Kita juga mengamankan dua orang pelaku,” kata Tri saat pers rilis di Polrestabes Palembang, Jum’at (20/5/2022) sore.

Tri menambahkan, madu oplosan tersebut dibuat dari gula dicampur citron (zat asam), susu bubuk dan air.

“Dari keterangan pelaku Paharudin ke anggota kita pelaku kemudian meletakkan bahan tersebut ke atas kompor sampai air mendidih selama kurang lebih dua jam, lalu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang lain lalu di campurkan dengan madu dari lebah sialang,” katanya.

Selain mengamankan pelaku turut diamankan barang bukti berupa delapan jerigen madu manis 25 Kg, satu ember berisikan madu hitam satu ember berisikan madu hitam, lima kilogram gula pasir, satu susu, satu bungkus T
tepung tapioka, satu bungkus pengental pengeras merk vita dan beberapa bukti lainnya.

Sedangkan, pelaku Paharudin mengatakan, bahwa ia di upah dalam satu bulan Rp 1 juta. “Saya mengerjakan pembuatannya sesuai dengan bahan yang dikirimkan,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, bahwa ia mengerjakan sesuai dengan pesanan hingga bahannya dari bosnya pelaku Henky. “Saya baru 8 bulan bekerja membuat madu oplosan ini,” kata dia.

Sementara itu, tersangka Hengky mengatakan jika dia dapat memperoleh keuntungan sebesar
Rp5 juta perbulan dari bisnis madu oplosan yang dia kerjakan. “Dijual ke daerah Jambi Pak, baru delapan bulan menjalaninya,” tutupnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.