Banner Pemprov 17 Agustus

Hobi Jalan-jalan Alamsyah Raup Ratusan Juta

 

Bagi yang masih berstatus mahasiswa maka uang bulanan dari orang tua adalah hal yang paling ditunggu di awal bulan. Tetapi tidak dengan Alamsyah, mahasiswa Sosiologi Universitas Sriwijaya ini, sebab ia sudah mempunyai pundi-pundi uang sendiri.

Ya.. sejak Oktober 2018, ia memutuskan untuk memulai memasuki dunia bisnis. Bermula dari hobi jalan-jalan dan pengalaman mengikuti perlombaan ke luar kota bahkan luar negeri, akhirnya ia terpikir untuk membuat jasa penjualan tiket pesawat.

Ide pembuatan bisnis ini sendiri ia dapatkan dari perjalanannya ketika hendak pergi ke Hongkong. Saat itu ia hendak mengikuti “Paper Competition” di Hongkong bersama temannya dari Fakultas Pertanian. Dalam perjalan itu, ia terpikir sepertinya ia memiliki sedikit pengetahuan mengenai tiket-tiket murah, dan juga mempunyai beberapa teman di berbagai provinsi yang membutuhkan jasa jual tiket murah.

Akhirnya ia mediskusikannya dengan temannya dan bertanya “bagaimana ya kalo saya buka bisnis ini?” temannya pun menyambut baik ide tersebut. Akhirnya setelah pulang dari kompetisi, ia langsung memulainya.

Stratiftravel itu lah nama agen penjualan tiket yang didirikan oleh pria kelahiran Cahya Bumi Ini. Awalnya ia mengambil nama stratif berasal dari kata “Stratification.” Sesuai dengan jurusannya sosiologi kata itu pun berasal dari konsep yang dipelajarinya dalam ilmu Sosiologi.

Dalam konsep itu dikatakan  dengan usaha dan kerja keras untuk mencapai prestasi kita dapat melakukan mobilitas sosial vertikal ke atas. Tentu dengan nama itu ia berharap Startiftravel dapat menjadi alatnya mencapai prestasi tersebut.

Awalnya banyak yang menganggap remeh bisnis ini. Mereka berpikir “apa sih hanya jualan tiket, kan saat ini sudah banyak tuh aplikasi yang menawarkan jasa penjualan tiket.”

Meskipun demikian, pria berpostur imut ini tetap semangat. Ia beranggap bahwa idenya memiliki nilai lebih dari pada jasa penjualan tiket lainnya. “ya tapi saya percaya diri aja, karena saya rasa ide saya tidak kalah menariknya,” tegasnya.

Adapun keunggulan Stratitravel, ia menuturkan di sini harganya lebih murah dan banyak promo, tidak seperti jasa penjualan tiket lainya. Selain itu, tidak kalah menariknya Stratiftravel menawarkan sejumlah inovasi yang diberi nama ‘dana talangan’.

“Jadi teman-teman yang mau pesan tiket, misalnya untuk perlombaan dan uang dari rektorat belum cair bisa beli dulu dan bayar nanti jika sudah cair. Tentu hal ini sangat membantu teman-teman yang mau segera pergi tapi uang proposal belum cair,”katanya.

Kepercayaan diri itulah yang saat ini membawa bisnis stratiftravel menjadi lebih berkembang. Bahkan bisnis ini sudah memiliki cabang di berbagai wilayah, diantaranya Pekanbaru, Jogja, Kalimantan, dan Semarang. Semakin melebarnya bisnisnya, Alamsyah mengaku omset yang didapatnya juga bertambah. “Saat ini omsetnya mencapai senilai 200 juta,” ujarnya. Tentu bukan uang yang sedikit bukan? Padahal awalnya bisnis ini diremehkan oleh banyak orang.

Selain suka tentu banyak juga duka yang dialaminya namanya juga usaha. Salah satunya ia merasa banyak waktu tersita, akibatnya ia menjadi lambat dalam mengerjakan skripsi. Padahal ia hanya tinggal menyelesaikan skripsi saja. Meskipun demikian ia mengaku bisa mengatasinya, karena nantinya bisnis ini dapat berjalan sendiri dan dia tinggal mengontrolnya saja. “Tetapi, insya Allah bisa teratasi karena nanti bisnisnya bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Alam itu lah nama panggilannya. Selain fokus dalam bisnis, sebenarnya ia adalah sosok mahasiswa yang memiliki segudang prestasi. Kurang lebih 42 prestasi berhasil ia toreh hingga saat ini. mulai dari prestasi pembuatan karya tulis, debat, hingga pidato. Mulai dari nasional hingga internasioanal. Dari pengalaman-pengalaman ini lah ia berhasil membentuk dirinya hingga menjadi sukses seperti saat ini.

Pria kelahiran 1997 ini menceritakan jika semua yang ia dapatkan bukan sesuatu hal yang mudah dan tentunya memperlukan proses yang cukup panjang. Tidak sedikit juga kegagalan mewarnai perjalanannya. Kegagalan sendiri menurutnya adalah tanda bahwa seseorang sudah mencoba. Dan ia menegaskan kita tidak perlu takut dengan kegagalan. Bahkan ia mengajak jika kita mengalami kegagalan, janganlah mudah menyerah melainkan mencoba dan mencoba lagi. “jangan menyerah dulu, coba lagi, coba lagi, dan coba lagi,” jelasnya.

Dari sekian banyak prestasi dan pencapaian yang ia dapatkan, tentu dukungan orang tua adalah hal utama. Ia mengaku kedua orang tuanya sangat mendukung segala prestasi dan juga bisnis yang baru ia rintis. Bahkan mereka sangat mengapresiasi hasil kemandirian anaknya dalam berbisnis. Tetapi kedua orangtuanya tetap memberi catatan agar keduanya tetap seimbang antara prestasi akademis dan juga bisnisnya. (Marcelino Budi Kurnia)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.