Banner sumsel

Hoaks Server KPU Jebol, Dua Tersangka Lainnya Masih DPO

JAKARTA, koranindonesia.id – Pihak kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka penyebaran berita bohong (hoaks) terkait berita server KPU jebol, selain itu polisi juga menetapkan dua orang tersangka lainnya, masih dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kedua orang tersebut telah diketahui keberadaannya dan sedang dalam pengejaran polisi. Dijelaskannya polisi akan mengusut tuntas kasus penyebaran hoaks kasus server KPK jebol ini.

“Polisi sudah bergerak untuk menangkap tersangka lainnya masalah server KPU jebol, kita sudah tahu keberadaan kedua tersangka tersebut,” ungkap Dedi kepada wartawan, usai konferesi pers, di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, hoaks server KPU jebol mulai terdeteksi di media sosial sejak pukul 19.30 WIB, Rabu (3/4) lalu. Hoaks berbentuk video itu menyebar luas di semua platform populer seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Hanya kurang dari 24 jam, hoaks itu telah 45.000 kali dibagikan dan 974.000 kali ditonton.

Dalam video berdurasi 59 detik itu, terlihat belasan orang tengah kasak-kusuk menggelar rapat. Sambil memegang pelantang, salah seorang peserta rapat dalam video tersebut terdengar menyebut KPU telah mengatur agar pasangan Jokowi-Ma’ruf menang dengan raupan suara sebesar 57%.

“Di KPU, saya bulan Januari ke Singapura karena ada kebocoran data. Ini saya buka saja. 01 sudah membuat angka 57%. Allah maha segala, server yang dibangun tujuh lapis salah satunya bocor. Kami berusaha menetralkan tapi data itu masih invalid sampai detik ini,” kata sang pemilik suara.

Komisioner KPU Ilham Sahputra menjelaskan, penghitungan surat suara hanya bakal dilakukan secara manual. Karena itu, tidak mungkin ada sistem yang telah diatur untuk memenangkan salah satu paslon. “Tidak ada sistem kami di Singapura dan penghitungan yang kami lakukan bersifat manual,” tandasnya.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.