Hindari Sengketa, Jokowi Akan Terus Bagikan Sertifikat Tanah Wakaf

SUBANG, koranindonesia.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, setiap dirinya ke daerah, kampung, maupun desa, banyak sekali menerima keluhan yang berkaitan dengan sengketa lahan.

Ia mencontohkan, di Sumatera Barat, ada masjid yang sangat besar tapi tanahnya disengketakan. Di Jakarta masjid yang sangat besar tanahnya juga disengketakan.

“Di provinsi yang lain juga sama, enggak yang gede, yang kecil pun juga disengketa,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah wakaf, di Masjid Jami Nurul Muqqorrobin Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018) siang.

Dilansir dari laman setkab.go.id menyebutkan, dengan telah diterbitkannya sertifikat, menurut Presiden, adalah bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki oleh masjid ataupun oleh yayasan atau dimiliki oleh pondok pesantren.

“Saya kira insyaallah sudah tidak ada masalah hukum lagi. Artinya, kalau ada yang klaim itu miliknya, sudah enggak bisa karena di sini jelas. Namanya jelas, luasnya di sini juga jelas. Secara hukum dibawa ke pengadilan kaya apapun insyaallah sudah tidak ada masalah karena ini sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” kata  Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berharap, setelah memegang sertifikat, yang ingin membangun masjid lebih besar, diperbesar lagi juga tidak was-was, yang ingin membangun musalanya menjadi masjid lebih besar juga tidak ada masalah, yang ingin membangun pondok pesantren menjadi lebih besar lagi juga tidak ada masalah karena memang sertifikatnya sudah ada.

Menurut Presiden, proses sertifikasi tanah wakaf ini akan dilakukan terus, di provinsi-provinsi yang lain akan menyusul. Pemerintah berharap dengan telah terbitnya sertifikat, maka hal-hal yang berkaitan dengan sengketa itu betul-betul sudah tidak ada lagi.

Presiden menyatakan, bahwa memang pekerjaan ini adalah sebuah pekerjaan besar. Ia memperkirakan, masjid dan musala di seluruh Indonesia itu ada kurang lebih 800.000 jumlahnya, pondok pesantren di seluruh tanah air ini jumlahnya sekitar 29.000.

“Artinya, memang masih merupakan pekerjaan besar, tetapi terus akan kita lakukan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan akan terus kita bagikan yang  namanya sertifikat-sertifikat seperti ini,” tandas Presiden Jokowi.

Penyerahan sertifikat tanah wakaf itu dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, anggota Wantimpres Agum Gumelar, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.(ded/rel)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.