Banner sumsel

Hindari Jajanan Berbahaya, BPOM Kembangkan 2000 Kantin Sekolah Sehat

PALEMBANG,koranindonesia.Id-Untuk menghindari jajanan sekolah yang tidak sehat, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang akan mengembangkan kantin sekolah sehat hingga tingkat SMA di Palembang.

Kepala BPOM Palembang Hardaningsih mengatakan, jajanan menjadi yang paling dicari oleh siswa, sehingga kesehatan dari makanan itu menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Maka melalui program Pengawasan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) tahun depan 2000 sekolah di Sumbagsel termasuk di Palembang akan dibentuk Kantin Sehat.

“Kita akan data SMP dan SMA di Palembang. Karena semua sekolah harus menerapkan kantin sehat. Nantinya setelah terbentuk kita akan lombakan mana sekolah yang kantinnya paling sehat, ini untuk motivasi,” katanya usai Audiensi BPOM Palembang dengan Wakil Walikota Palembang, Senin (5/10/2018).

Hardaningsih mengatakan, saat ini kantin SD sudah mandiri dan terbentuk menjadi kantin sehat. Meski demikian BPOM tetap mengawasi. Selain pedagang yang akan diawasi, pihaknya juga akan memberikan edukasi pada distributor makanan.

“Sebab di kantin sekolah sering ada pergantian pedagang. Kita harus terus awasi dan berikan edukasi. Setelah diawasi, untuk jajanan yang mengandung borak dan formalin tidak ada lagi, hanya ada pemanis makanan seperti sarimanis,” jelasnya.

Menurutnya, jajanan yang tidak sehat itu mengandung Borak, Formasin dan Rodamin B atau pewarna tekstil. Makanan yang mengandung bahan berhaya ini biasanya didapatkan pada jajanan mie kuning, berbahan tahu, dan makanan / minuman yang berwarna terang. “Kita akan koordinasi juga dengan Dinas Pendidikan untuk membentuk kantin sehat ini,” ujarnya.

Salah satu cara mengetes kandungan zat kimia, yaitu dengan melihat teksturnya. Mie kuning dalam rujak mie dites kekenyalannya tidak mudah putus. Apabila didiamkan di dalam suhu kamar seharian tidak basi, itu menandakan adanya formalin dalam makanan tersebut. Termasuk pempek isi tahu yang harus diwaspadai kandungannya.

“Tahu mengandung formalin itu lebih kenyal atau keras. Setiap tahun memang makanan buka puasa berbahan tahu selalu ditemukan berformalin. Meskipun tidak semua tahu mengandung formalin,” ujarnya.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda pihaknya akan mendukung program BPOM untuk menyehatkan anak-anak terutama pada jajanan sekolah. Dengan adanya kantin sehat di masing-masing sekolah maka hal tersebut dapat menyelamatkan anak-anak dari bahaya makanan dan jajanan yang mengandung formalin, boraks, dan zat pewarna tekstil.

“Kami akan ikut memantau jajanan anak sekolah melalui dinas kesehatan dan pendidikan. Tentunya ini program bagus yang harus kami support,” katanya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.